Bos Yamaha Desak Adakan Jendela Transfer di MotoGP

TAMIANGMENDE.COM: Managing Director Yamaha Paolo Pavesio mendesak agar MotoGP memiliki jendela transfer. Yamaha telah merekrut dua pebalap baru untuk musim depan.

Pabrikan Jepang itu akan kehilangan Fabio Quartararo setelah enam tahun bekerja sama. El Diablo teken kontrak dengan Honda sejak 2025, meski kabarnya baru bocor di tes pramusim pada awal tahun ini.

Yamaha kemudian merespons dengan menggaet Jorge Martin dari Aprilia. Rider Jepang Ai Ogura akan jadi tandem baru Martin, untuk menggantikan Alex Rins yang dilepas.

Quartararo dan Martin bukan dua pebalap yang telah menentukan masa depannya di MotoGP 2027, sebelum musim ini dimulai. Pada Desember lalu, Ducati sudah merekrut Pedro Acosta, duet baru Marc Marquez. Alhasil Francesco Bagnaia, yang tersingkir, telah menjalin kesepakatan dengan Aprilia untuk mengisi kursi Jorge Martin yang diikuti kontrak baru Marco Bezzecchi.

Sejauh ini, selain Bezzecchi, belum ada konfirmasi resmi tentang kepindahan para pebalap untuk musim depan. Pengumuman tersebut diyakini akan terjadi usai perjanjian komersial baru olahraga ini disepakati. Pavesio meyakini, bursa pebalap yang tidak terstruktur seperti ini justru merugikan tim.

“Ada satu hal yang bisa saya katakan: situasi yang berkembang tahun ini, menurut saya, tidak sehat dan tidak tepat dalam jangka panjang. Bursa pebalap yang masih terlalu dini seperti ini tidak memungkinkan siapa pun untuk memaksimalkan investasi yang telah dilakukan,” ucap Pavesio kepada Moto.it.

“Kemudian, setelah itu, ketika tiba saatnya balapan, para pembalap memikirkan apa yang mereka lakukan sekarang. Tapi karena mengetahui bahwa beberapa pembalap top sudah melakukan langkah-langkah sebelum kejuaraan dimulai, dengan kontrak yang hampir menjadi standar kontrak dua tahun, berarti Anda sebenarnya tidak dapat memanfaatkan 50% dari investasi yang dilakukan pada seorang pembalap secara maksimal.”

“Saya rasa kita membutuhkan – seperti yang kita bicarakan sebelumnya tentang Liberty, MotoGP Group – pendekatan struktural, seperti di olahraga lain, terkait jendela transfer, di mana segala sesuatunya diselesaikan pada periode tersebut,” Pavesio mengungkapkan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *