TAMIANGMENDE.COM: Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan terus memantau kondisi warga negara Indonesia (WNI) dalam Kapal MT Honour 25 yang dibajak di Somalia. Kemlu melaporkan kondisi para WNI dalam kapal tersebut.
“Berdasarkan informasi yang telah dikumpulkan dari berbagai pihak, seluruh kru kapal WNI dilaporkan dalam keadaan sehat, kebutuhan logistik terpenuhi, dan gaji tetap dibayarkan,” kata Juru Bicara Kemlu, Vahd Nabyl, Senin (18/5/2026).
Kemlu juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak di dalam dan luar negeri untuk menindaklanjuti kasus pembajakan Kapal MT Honour 25. Pemerintah menyatakan akan melakukan upaya terbaik.
“Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perhubungan, dan pihak-pihak terkait juga telah melakukan family engagement ke keluarga kru serta menyampaikan bahwa Pemerintah akan terus melakukan upaya terbaik untuk melindungi WNI di luar negeri,” katanya.
Ada 4 WNI di Kapal MT Honour 25, yakni Ashari Samadikun selaku kapten kapal asal Kabupaten Gowa, Adi Faizal selaku 2nd Officer asal Kabupaten Bulukumba, Wahudinanto selaku Chief Officer asal Pemalang, dan Fiki Mutakin asal Bogor. Dia mengatakan proses negosiasi masih berjalan.
“Saat ini, proses negosiasi antara pihak pemerintah setempat, crew management, dan pihak-pihak terkait lainnya di Somalia masih terus berlanjut. Besar harapan proses negosiasi pembebasan dapat selesai dalam tempo yang tidak terlalu lama,” ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, pembajakan itu terjadi pada 22 April lalu di perairan sekitar sekitar Hafun, Somalia.
Kapal tersebut diawaki oleh belasan kru dari berbagai negara. Selain 4 orang WNI, terdapat 10 ABK asal Pakistan, 1 orang India, dan Myanmar.
Upaya penyelamatan melibatkan berbagai pihak di Somalia, mulai pemerintah hingga tokoh masyarakat setempat. (jbr/lir)






