TAMIANGMENDE.COM: Vietnam mengundang Paus Leo XIV untuk kunjungan bersejarah ke negara Asia Tenggara tersebut. Undangan itu disampaikan seiring menghangatnya hubungan diplomatik antara rezim komunis dan Vatikan.
Dilansir AFP, Minggu (12/4/2026), media pemerintah Vietnam menyebut ketua Majelis Nasional, Tran Thanh Man, menyampaikan kepada Paus sebuah ‘undangan resmi’ dari Sekretaris Jenderal Partai Komunis dan Presiden Vietnam, To Lam.
“Paus Leo XIV menyampaikan terima kasih yang tulus dan harapannya untuk mengunjungi negara Asia Tenggara tersebut dalam waktu dekat,” lapor Kantor Berita Vietnam.
Dia juga mengatakan berharap untuk ‘lebih memperdalam hubungan bilateral’. Hanoi dan Vatikan belum memiliki hubungan diplomatik resmi sejak berakhirnya Perang Vietnam pada tahun 1975, tetapi sebuah kelompok kerja bersama telah bertemu sejak tahun 2009 dalam upaya untuk memulihkan hubungan.
Kedua pihak mencapai terobosan pada tahun 2023 dengan menyetujui ‘Perwakilan Kepausan Tetap’ untuk negara komunis tersebut. Paus Fransiskus, pendahulu Leo XIV, juga secara resmi diundang untuk mengunjungi Vietnam, dan menteri luar negeri de facto Vatikan melakukan perjalanan ke sana pada musim semi tahun 2024.
Selama pertemuannya dengan Paus, Tran Thanh Man mengatakan kedua pihak akan terus ‘berupaya meningkatkan hubungan bilateral ke tahap perkembangan baru demi kesejahteraan rakyat dan perdamaian serta kemakmuran global’.
Vietnam memiliki sekitar enam juta umat Katolik, yang merupakan sekitar enam persen dari populasinya. Secara historis, pemerintah memandang mereka memiliki hubungan dekat dengan bekas kekuatan kolonial Prancis.
Kelompok hak asasi manusia telah menuduh negara tersebut membatasi kebebasan beragama.***









