Trump Ancam Blokade Selat Hormuz, Iran: Sangat Konyol-Menggelikan!

Berita, Dunia, Politik146 Dilihat

TAMIANGMENDE.COM: Komandan Angkatan Laut Iran menyebut ancaman terbaru Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk memberlakukan blokade laut di Selat Hormuz sebagai “sangat konyol dan menggelikan.” Dia mengatakan bahwa militer Iran memantau dengan cermat setiap pergerakan armada AS di wilayah tersebut.

“Para prajurit pemberani Angkatan Laut Republik Islam Iran melacak dan memantau semua pergerakan militer AS yang agresif di wilayah tersebut,” kata Laksamana Muda Shahram Irani dalam sebuah pernyataan yang dimuat oleh media Iran.

“Ancaman presiden AS setelah kekalahan memalukan tentaranya dalam perang ketiga yang dipaksakan, yaitu blokade laut terhadap Iran, sangat konyol dan menggelikan,” cetus komandan Angkatan Laut Iran tersebut, dilansir Press TV, Senin (13/4/2026).

Sebelumnya, Trump mengumumkan pada hari Minggu lalu, bahwa ia telah memerintahkan Angkatan Laut Amerika Serikat untuk memblokade Selat Hormuz, jalur air strategis yang dilalui sekitar 20 persen minyak dunia.

Perintah tersebut dikeluarkan setelah pembicaraan tingkat tinggi antara Teheran dan Washington di Islamabad, Pakistan gagal menghasilkan kesepakatan.

Presiden AS itu juga memperingatkan bahwa setiap kapal yang telah membayar bea masuk kepada Iran akan dihentikan di perairan internasional.

Iran telah memberlakukan pembatasan lalu lintas melalui Selat Hormuz sejak serangan AS-Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sebelumnya telah mengumumkan bahwa selat tersebut “tidak akan pernah kembali ke keadaan semula, terutama bagi AS dan Israel.”

Teheran telah mengizinkan kapal-kapal milik negara-negara sahabat untuk melintasinya, sementara melarang kapal-kapal yang berafiliasi dengan negara-negara agresor dan pendukungnya.

Parlemen Iran telah mengajukan rancangan undang-undang untuk memberlakukan biaya transit di selat tersebut dalam mata uang nasional dan secara eksplisit melarang kapal-kapal AS dan Israel.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *