TAMIANGMENDE.COM – Kopi Aceh, terutama dari dataran tinggi Gayo, kembali jadi primadona di pasar kopi dunia. Tahun 2026 ini permintaan ekspor meningkat tajam, terutama ke Timur Tengah, Jepang, dan Eropa. Dampaknya, harga jual di tingkat petani naik hingga 30% dibanding tahun lalu.
Cita rasa kopi Gayo yang khas, body tebal, acidity rendah, dan aroma rempah, jadi alasan utama kopi Aceh dilirik para barista dan penikmat kopi spesialti.
“Alhamdulillah sekarang 1 kg kopi biji kering tembus Rp120.000. Dulu cuma Rp90.000. Kami bisa senyum lagi,” ujar seorang petani kopi di Bener Meriah.
3 Fakta Kopi Aceh yang Bikin Bangga
1. Sudah Mendunia: Kopi Gayo sudah dapat sertifikat Indikasi Geografis dan sering menang di ajang “Cup of Excellence”. Banyak kafe di Dubai dan Tokyo yang pakai brand “Aceh Gayo Coffee”.
2. Penggerak UMKM: Selain biji kopi, sekarang menjamur kedai kopi modern di Banda Aceh dan Medan yang mengusung konsep “From Gayo to Your Cup”. Menu andalan: Kopi Sanger, Es Kopi Gula Aren, dan Kopi Susu Gayo.
3. Wisata Kopi: Wisatawan sekarang berburu ke kebun kopi di Takengon. Bisa petik sendiri, sangrai, dan langsung ngopi sambil lihat Danau Lut Tawar.
Pemerintah Aceh bersama Koperasi Petani terus mendorong pelatihan pengolahan pasca panen dan pemasaran digital. Tujuannya biar petani dapat nilai lebih, bukan cuma jadi pengekspor bahan mentah.
Dengan kualitas yang terus terjaga, kopi Aceh diprediksi akan terus jadi komoditas kebanggaan daerah sekaligus sumber penghidupan utama masyarakat dataran tinggi.(Red/TM)








