Guna Percepat Pembersihan Permukiman, Bupati Aceh Tamiang Minta Tambahan Alat Berat ke Menteri Pekerjaan Umum

Berita, Sosial Budaya241 Dilihat

 

Aceh Tamiang – Tamiangmende.com: Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol (P) Drs. Armia Pahmi, MH, meminta dukungan tambahan alat berat kepada Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, saat meninjau langsung wilayah terdampak bencana di Aceh Tamiang, Rabu (24/12/25).

Armia kepada Menteri PU menerangkan, langkah ini diambil guna mempercepat proses pembersihan sisa material pasca bencana yang menutupi jalan kawasan permukiman warga, hingga fasilitas publik.

Dalam paparannya, Armia menyampaikan bahwa ketersediaan alat berat yang ada saat ini masih terbatas dibandingkan luasnya cakupan wilayah yang harus dibenahi. Ia menegaskan bahwa normalisasi akses dan lingkungan pemukiman menjadi prioritas utama agar aktivitas masyarakat kembali pulih.

“Fokus kita adalah pembersihan jalan, areal permukiman, serta fasilitas umum dan fasilitas sosial. Kami meminta dukungan alat berat yang lebih banyak agar operasi pemulihan ini bisa berjalan lebih cepat dan efektif,” jelasnya.

Armia juga merincikan permintaan tersebut mencakup penambahan unit ekskavator, loader, backhoe, motor greder dan dump truck untuk mengangkut material lumpur serta puing-puing yang masih menumpuk di permukiman penduduk. Ia menilai, tanpa dukungan armada yang masif, proses pembersihan akan memakan waktu lebih lama dan menghambat warga untuk kembali ke rumah masing-masing.

Selain itu, Armia juga meminta Menteri PU membantu rehabilitasi Kantor Bupati dan sejumlah kantor Pemkab Aceh Tamiang yang mengalami kerusakan akibat bencana hidrometeorologi akhir November kemarin.

“Ini sebagai strategi kita untuk menormalisasi pelayanan publik dan penyelenggaraan pemerintahan,” imbuhnya meyakinkan.

Merespons hal tersebut, Menteri PU menyatakan komitmennya untuk segera mengerahkan unit alat berat tambahan melalui balai terkait guna mendukung percepatan pemulihan infrastruktur di Aceh Tamiang.

Pemkab mengharapkan kunjungan ini diharapkan menjadi solusi konkret dalam mengatasi kendala teknis di lapangan, sehingga target pembersihan sarana umum dan lingkungan warga dapat selesai dalam waktu singkat. (Red/TM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *