Arab Saudi Kecam Serangan Iran ke Negara Teluk-Penutupan Selat Hormuz

Berita, Dunia, Politik233 Dilihat

TAMIANGMENDE.COM: Pemerintah Arab Saudi kembali menegaskan kecaman untuk serangan pembalasan Iran terhadap negara-negara Teluk yang juga negara tetangganya. Riyadh juga mengkritik langkah Teheran menutup Selat Hormuz, yang merupakan jalur perairan penting untuk pasokan energi global.
Kecaman terbaru Saudi, seperti dilansir Al Arabiya, Rabu (25/3/2026), disampaikan oleh perwakilan Saudi di Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Duta Besar Abdulmohsen bin Khothaila.

Dalam kecamannya, Abdulmohsen bin Khothaila menyebut serangan Iran terhadap negara-negara Teluk sebagai “agresi”.

“Agresi Iran tidak dapat dibenarkan,” kata Abdulmohsen bin Khothaila dalam pernyataannya.Dia menegaskan bahwa Iran harus bertanggung jawab atas tindakannya.

Lebih lanjut, Abdulmohsen bin Khothaila memperingatkan Teheran agar tidak melanjutkan kebijakannya saat ini karena tidak akan membuahkan hasil apa pun.

“Iran harus meninjau kembali kesalahan perhitungannya,” cetusnya.

Selain mengecam serangan Iran terhadap negara-negara tetangganya, Abdulmohsen bin Khothaila juga mengkritik langkah Teheran yang mengganggu navigasi di Selat Hormuz yang ada di Teluk Arab.

Ketegangan di kawasan Timur Tengah terus-menerus meningkat sejak Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan gabungan skala besar terhadap Iran pada 28 Februari lalu.

Total sedikitnya 1.340 orang tewas akibat rentetan serangan AS-Israel di berbagai wilayah Iran, termasuk pemimpin tertinggi negara tersebut, Ayatollah Ali Khamenei.

Teheran membalas dengan gelombang serangan rudal dan drone terhadap target-target di Israel dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.

Saudi menjadi salah satu target utama dari serangan rudal dan drone Iran, meskipun Riyadh secara rutin melaporkan pertahanan udaranya berhasil menggagalkan sebagian besar serangan Teheran di wilayahnya.

Serangan-serangan pembalasan Iran itu memicu kerusakan dan korban luka di Israel maupun negara-negara Teluk. Sedikitnya 13 tentara AS di negara-negara Teluk tewas akibat rentetan serangan pembalasan Iran. Sebanyak 290 tentara AS lainnya luka-luka, dengan 10 personel di antaranya mengalami cedera serius.

Sementara itu, Selat Hormuz, yang merupakan jalur perairan strategis untuk pasokan energi global, terdampak oleh perang tersebut. Sejak awal Maret, Iran telah secara efektif memblokir perlintasan di Selat Hormuz, dengan menyerang kapal-kapal dagang dan hanya mengizinkan beberapa kapal untuk lewat.

Hal tersebut berdampak serius pada perdagangan global, dengan biaya pengiriman meningkat dan harga minyak global semakin melonjak tinggi. Diketahui bahwa sebelum perang meletus, sekitar 20-30 persen konsumsi minyak harian dan sekitar seperlima Gas Alam Cair (LNG) global melintasi jalur perairan penting tersebut.

(nvc/ita)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *