TAMIANGMENDE.COM: Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa negosiasi dengan Iran saat ini berada “pada tahap akhir.” Dia pun kembali mengancam akan adanya serangan kembali, kecuali Teheran menyetujui kesepakatan damai.
Enam minggu sejak Trump menghentikan Operasi Epic Fury untuk gencatan senjata, pembicaraan guna mengakhiri perang hanya menunjukkan sedikit kemajuan. Trump mengatakan minggu ini, bahwa ia hampir memerintahkan serangan kembali, tetapi menahan diri untuk memberi waktu bagi negosiasi.
“Kita berada di tahap akhir negosiasi dengan Iran. Kita akan lihat apa yang terjadi. Entah ada kesepakatan atau kita akan melakukan beberapa hal yang sedikit kejam, tetapi mudah-mudahan itu tidak akan terjadi,” katanya kepada wartawan, dilansir media Al Arabiya, Kamis (21/5/2026).
“Idealnya saya ingin melihat sedikit orang yang terbunuh, bukan banyak. Kita bisa melakukannya dengan cara apa pun,” cetus Trump.
Teheran, di sisi lain, menuduh Trump merencanakan untuk memulai kembali perang, dan mengancam akan membalas setiap serangan dengan serangan di luar Timur Tengah.
“Jika agresi terhadap Iran diulangi, perang regional yang dijanjikan akan meluas keluar kawasan kali ini,” kata Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dalam sebuah pernyataan.
Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf, negosiator perdamaian utama Iran, mengatakan dalam pesan audio di media sosial bahwa “langkah-langkah yang jelas dan tersembunyi oleh musuh” menunjukkan bahwa Amerika sedang mempersiapkan serangan baru.
Sementara Israel pun mengatakan pasukannya kini telah berada dalam posisi siaga dalam menghadapi potensi perang.
Kepala Angkatan Darat Israel, Letnan Kolonel Eyal Zamir, mengatakan bahwa militer berada pada tingkat siaga tertinggi, karena Teheran dan Washington saling melontarkan ancaman perang.
“Saat ini, IDF (militer) berada pada tingkat siaga tertinggi dan siap untuk setiap perkembangan,” kata Zamir dalam pertemuan semua komandan divisi, dilansir AFP, Rabu (20/5/2026).**






