TAMIANGMENDE.COM: Iran bereaksi atas rencana Inggris dan Prancis yang berencana mengirim kapal angkatan laut mereka ke perairan Selat Hormuz. Iran memperingatkan agar Iran dan Perancis tidak mencampuri urusannya.
Peringatan ini disampaikan ketika ketegangan di Selat Hormuz semakin meningkat, saat Iran dan Amerika Serikat (AS) memperebutkan kendali atas jalur perairan strategis untuk pasokan minyak dan gas global tersebut.
Rencana Prancis dan Inggris
Untuk diketahui, otoritas Prancis telah mengumumkan pengerahan kapal induk Charles de Gaulle menuju ke Laut Merah dan Teluk Aden, sebagai persiapan untuk misi gabungan di masa depan bersama Inggris “yang bertujuan untuk memperkuat kebebasan navigasi di Selat Hormuz”.
Kemudian, Inggris juga telah mengumumkan akan mengerahkan sebuah kapal perangnya ke Laut Merah dalam koordinasi dengan Prancis.
Pernyataan Iran
Terkait hal itu, Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Iran, Kazem Gharibabadi, dalam pernyataan via media sosial X, seperti dilansir Anadolu Agency, Senin (11/5), mengkritik rencana yang diumumkan oleh Prancis dan Inggris untuk mengerahkan aset-aset angkatan laut ke kawasan tersebut, dengan dalih melindungi keamanan maritim.
Gharibabadi menyebut pengerahan “kapal-kapal perusak dari luar kawasan” di dekat Selat Hormuz dengan dalih melindungi pelayaran merupakan “eskalasi krisis” dan “militerisasi jalur perairan vital”.
“Keamanan maritim tidak dapat dijamin melalui aksi pamer kekuatan,” kata Gharibabadi dalam pernyataannya, sembari menyebut negara-negara yang mendukung atau tetap diam tentang agresi AS-Israel terhadap Iran adalah “bagian dari masalah”.
Dia menambahkan bahwa para pejabat Prancis mengatakan misi kapal induk Charles de Gaulle akan mencakup operasi pembersihan ranjau dan pengawalan kapal-kapal setelah situasi kembali tenang.
“Kami mengingatkan mereka bahwa, baik dalam masa perang atau damai, hanya Republik Islam Iran yang dapat menegakkan keamanan di selat ini dan tidak akan mengizinkan negara mana pun untuk ikut campur dalam masalah tersebut,” sebutnya.
Gharibabadi pun mengingatkan Prancis dan Inggris bahwa kehadiran kapal-kapal mereka — atau pasukan mana pun yang berkoordinasi dengan apa yang dia gambarkan sebagai tindakan AS yang melanggar hukum di Selat Hormuz — akan menghadapi respons segera dari Iran.
“Kehadiran kapal-kapal Prancis dan Inggris, atau kapal-kapal negara lainnya yang berpotensi berkoordinasi dengan tindakan Amerika yang melanggar hukum dan ilegal secara internasional di Selat Hormuz, akan disambut dengan respons tegas dan segera dari Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran,” tegasnya.
“Mereka sangat disarankan untuk tidak memperumit situasi lebih lanjut,” cetus Gharibabadi.
Respons Macron
Presiden Prancis Emmanuel Macron buka suara mengenai kritik Gharibabadi. Macron menegaskan pengerahan pasukannya ke Selat Hormuz “tidak pernah dipertimbangkan” tanpa adanya “koordinasi dengan Iran”.
“Pengerahan pasukan Prancis tidak pernah dipertimbangkan,” tegas Macron saat berbicara dalam konferensi pers di Nairobi bersama Presiden Kenya William Ruto.
Namun, Macron menegaskan kembali bahwa Prancis “siap siaga” untuk membantu memungkinkan dilanjutkannya kembali lalu lintas maritim di Selat Hormuz “dalam koordinasi dengan Iran”.****






