TAMIANGMENDE.COM: Sedikitnya 13 orang tewas akibat rentetan serangan yang dilancarkan Israel terhadap wilayah Tyre di Lebanon bagian selatan, sesaat sebelum gencatan senjata diberlakukan pada Kamis (16/4) tengah malam waktu setempat.
Laporan koresponden AFP di wilayah Lebanon, seperti dilansir AFP, Jumat (17/4/2026), menyebutkan bahwa rentetan serangan Israel menargetkan enam gedung permukiman di wilayah Tyre hingga hancur. Serangan itu terjadi beberapa menit sebelum Kamis (16/4) tengah malam.
Menurut seorang pejabat setempat, yang tidak disebut namanya, sedikitnya 13 orang tewas dan sekitar 35 orang lainnya mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.
Para petugas penyelamat masih melakukan pencarian terhadap 15 orang lainnya yang dinyatakan hilang akibat tertimbun reruntuhan bangunan yang hancur.
Gencatan senjata antara Israel dan Lebanon, yang diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump itu, berlaku mulai Kamis (16/4) tengah malam waktu setempat. Gencatan senjata itu akan berlangsung selama 10 hari ke depan.
“Saya baru saja melakukan percakapan yang luar biasa dengan Presiden Joseph Aoun yang sangat dihormati, dari Lebanon, dan Perdana Menteri Bibi Netanyahu, dari Israel. Kedua pemimpin ini telah sepakat bahwa untuk mencapai perdamaian antara negara mereka, mereka akan secara resmi memulai gencatan senjata selama 10 hari pada pukul 17.00 sore EST,” kata Trump dalam pengumuman via Truth Social.
Pengumuman gencatan senjata itu disampaikan menyusul pembicaraan langsung yang tergolong langka antara Duta Besar Israel dan Lebanon di Washington DC, yang dimediasi AS, pada Selasa (14/4) waktu setempat. Pembicaraan itu menjadi pertemuan langsung pertama antara pejabat senior dari kedua negara sejak tahun 1993 silam.
Lebanon terseret ke dalam perang Timur Tengah sejak 2 Maret lalu, setelah kelompok Hizbullah yang bermarkas di negara itu dan didukung Iran melancarkan serangan terhadap wilayah Israel.
Sejak saat itu, rentetan serangan udara Israel telah menewaskan lebih dari 2.000 orang dan menyebabkan lebih dari satu juta orang mengungsi di Lebanon. Tel Aviv juga mengerahkan pasukan darat ke wilayah selatan Lebanon, dekat perbatasan wilayahnya.***






