Rusia Serang Ukraina Damak Penyerangan Drone Kediaman Putin

Berita, Dunia1343 Dilihat

Tamiangmende.com: Rusia kembali menaikkan tensi perang dengan meluncurkan rudal hipersonik berdaya jangkau menengah ke wilayah Ukraina barat, hanya beberapa kilometer dari perbatasan negara anggota NATO, Polandia.

Dampak Serangan Drone Ukraina

Serangan yang terjadi semalam itu langsung memicu kecaman keras dari sekutu Eropa Ukraina, yang menilai langkah Moskow sebagai upaya terang-terangan untuk mengintimidasi mereka agar menghentikan dukungan kepada Kyiv.

Menurut otoritas Ukraina, sebagaimana dilansir Reuters, Sabtu (10/1/2026), rudal yang ditembakkan adalah Oreshnik, senjata balistik jarak menengah yang disebut Kremlin mustahil dicegat dan dirancang untuk memproyeksikan kekuatan Rusia ke seluruh Eropa.

Ini baru kali kedua Rusia menggunakan Oreshnik terhadap Ukraina. Serangan tersebut menjadi bagian dari gelombang besar serangan udara yang juga menewaskan empat orang di Kyiv, memutus aliran listrik di ibu kota, serta merusak gedung Kedutaan Besar Qatar.
Oreshnik diketahui mampu membawa hulu ledak nuklir, meski tidak ada indikasi bahwa muatan semacam itu digunakan dalam serangan kali ini.

Seorang pejabat senior Ukraina mengatakan rudal tersebut tampaknya membawa hulu ledak inert atau “dummy”.

Para analis menilai serangan ini ditujukan untuk menekan Ukraina pada momen krusial pembicaraan guna mengakhiri perang.

Aksi tersebut terjadi setelah sepekan yang dinilai penuh kemunduran bagi Moskow, termasuk penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat, sekutu dekat Presiden Rusia Vladimir Putin.

Moskow menyatakan peluncuran Oreshnik dilakukan sebagai balasan atas apa yang mereka sebut sebagai upaya serangan drone Ukraina terhadap salah satu kediaman Putin bulan lalu. Klaim itu dibantah Ukraina dan Amerika Serikat, yang menyatakan insiden tersebut tidak pernah terjadi.

Menteri Luar Negeri Ukraina Andriy Sybiha mengatakan serangan di dekat perbatasan Uni Eropa dan NATO merupakan “ancaman serius bagi keamanan”.
Tidak masuk akal Rusia mencoba membenarkan serangan ini dengan ‘serangan terhadap kediaman Putin’ yang palsu dan tidak pernah terjadi,” tulisnya di X.

“Putin menggunakan rudal balistik jarak menengah di dekat perbatasan Uni Eropa dan NATO sebagai respons atas halusinasinya sendiri, ini benar-benar ancaman global dan ini menuntut respons global.”***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *