TAMIANGMENDE.com – YoungHoon Kim, figur asal Korea Selatan yang mengklaim memiliki IQ 276, kembali memicu perdebatan setelah merilis serangkaian prediksi kripto.
Dalam unggahannya di X, ia menyebut Bitcoin (BTC) “pada dasarnya adalah meme coin” dan menargetkan harga XRP bisa mencapai $100.
“Saya pikir Bitcoin pada dasarnya adalah koin meme,” tulisnya pada akun X pribadinya, Minggu (29/3/2026) yang dilansir dalam laman Indodax.com.
Pernyataan tersebut langsung menarik perhatian karena dikemas dengan klaim kontroversial dan disampaikan secara agresif di tengah kondisi pasar yang masih fluktuatif.
Target XRP $100 dan Narasi Altseason
Kim menempatkan XRP sebagai pusat prediksinya. Ia bahkan menyebut dirinya “Son of XRP” dan mengklaim tidak ada yang bisa menghentikan kenaikan aset tersebut.
Saat ini, harga XRP berada di sekitar $1,34. Untuk mencapai $100, aset ini perlu naik lebih dari 7.400% dari level sekarang.
Selain itu, ia juga menyampaikan tiga poin lain:
- Altcoin Season (altseason) telah dimulai “100%”
- Meme coin akan naik lebih dulu
- Bitcoin tidak lagi dominan
Narasi ini berlawanan dengan pandangan umum yang masih menempatkan Bitcoin sebagai penggerak utama pasar.
Riwayat Prediksi yang Tidak Akurat
Sorotan terhadap Kim bukan hanya karena pernyataannya, tetapi juga rekam jejaknya. Sejumlah prediksi sebelumnya tidak sesuai dengan realisasi pasar.
Pada Januari 2026, ia memperkirakan Bitcoin akan menembus $100.000 dalam 48 jam. Harga justru turun dari sekitar $93.747 ke $91.099 dalam periode tersebut.
Ia juga sempat memproyeksikan XRP mencetak harga tertinggi baru pada akhir 2025 dan Bitcoin mencapai $300.000 di awal 2026. Kedua prediksi tersebut belum terjadi hingga saat ini.
Klaim IQ 276 Dipertanyakan
Identitas Kim sebagai “orang terpintar di dunia” menjadi bagian dari narasi yang ia bangun. Namun, klaim IQ 276 mendapat kritik dari komunitas ilmiah. Perwakilan Mensa menyebut angka tersebut tidak valid.
Psikometris Jason Betts memperkirakan skor realistisnya berada di bawah 175. Upaya pembenaran melalui publikasi ilmiah juga telah ditarik.
Kondisi ini membuat banyak pihak menilai bahwa daya tarik Kim lebih bersifat personal branding dibanding analisis berbasis data.
Pergerakan harga kripto tetap dipengaruhi oleh faktor fundamental seperti adopsi, regulasi, likuiditas, dan kondisi makro. Tanpa dukungan tersebut, prediksi besar cenderung dianggap sebagai spekulasi.
(IdxMay)












