TAMIANGMENDE.COM: Kapal pesiar MV Hondius tiba di Tenerife, Kepulauan Canary, Spanyol. Kapal itu tiba hampir sebulan setelah penumpang pertama meninggal karena hantavirus di atas kapal.
Dilansir BBC, Minggu (10/5/2026), persiapan intensif telah dilakukan untuk menerima kapal di pelabuhan Granadilla. Otoritas setempat akan membantu lebih dari 100 orang untuk dipulangkan ke darat.
MV Hondius tiba di dekat pelabuhan sebelum fajar, tetapi kapal tersebut tidak diizinkan untuk mencapai daratan. Ada perimeter keamanan sejauh satu mil laut yang diberlakukan di sekitar kapal saat mendekati pulau tersebut.
Menteri Kesehatan Spanyol menggambarkan operasi kompleks untuk mencegah penyebaran strain langka virus Andes ini ‘belum pernah terjadi sebelumnya’. Operasi itu melibatkan 23 negara.
Operasi tersebut telah direncanakan dengan cermat untuk keamanan maksimal dan untuk menjawab kekhawatiran penduduk setempat yang tidak puas. Termasuk, pemimpin Kepulauan Canary yang mengatakan bahwa dia ‘tidak akan tenang’ sampai semua penumpang dan awak kapal telah pergi.
“Risiko penularan bagi masyarakat umum rendah. Kami percaya bahwa sikap panik, informasi yang salah, dan kebingungan bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar menjaga kesehatan masyarakat,” Menteri Kesehatan Spanyol, Monica Garcia.
Polisi militer Spanyol dan tim penanggulangan bencana telah mendirikan tenda-tenda penerimaan besar dan akses ke tepi laut dibatasi. Setelah kapal Hondius diposisikan, tim medis akan naik ke kapal untuk memeriksa semua orang apakah ada tanda-tanda virus. Laporan terbaru mengatakan tidak ada orang lain yang menunjukkan gejala.
Orang-orang kemudian akan dibagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan kewarganegaraan dan diangkut ke pantai dengan perahu kecil. Pesawat yang disewa sudah berada di landasan pacu bandara setempat dan siap untuk memulangkan mereka.
Menteri Dalam Negeri Spanyol mengatakan Inggris, AS, dan beberapa negara anggota Uni Eropa telah mengirimkan pesawat. Selain itu, pesawat yang dilengkapi peralatan medis juga dalam keadaan siaga jika ada yang perlu diisolasi.
Warga negara Spanyol yang tidak mengalami gejala hantavirus akan diterbangkan ke Madrid. Di sana, mereka akan menjalani karantina wajib di rumah sakit militer Gomez Ulla.
Isolasi total akan sangat melelahkan karena virus ini memiliki masa inkubasi hingga sembilan minggu. Selain itu, belum jelas berapa lama orang-orang di Spanyol atau di tempat lain akan dikarantina.
Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus, yang sekarang berada di Tenerife untuk mengawasi proses penurunan penumpang, telah memuji pihak berwenang atas ‘respons yang solid dan efektif’ terhadap wabah tersebut. Wabah tersebut dikaitkan dengan tempat pembuangan sampah di ujung selatan Argentina.
Lokasi itu populer di kalangan pengamat burung. Virus ini diduga dibawa ke sana oleh hewan pengerat dan jarang menular antarmanusia.
Tetapi tiga penumpang kapal pesiar tersebut telah meninggal. Hal itu membuat WHO telah mendesak warga Spanyol yang cemas untuk percaya bahwa mereka bertanggung jawab atas evakuasi.
“Kekhawatiran anda sah, karena pengalaman Covid, trauma itu masih terpatri dalam pikiran kita,” ujarnya.
Dia menambahkan risiko penularan yang lebih luas saat ini rendah karena cara kerja virus dan persiapan yang dilakukan pemerintah Spanyol. Puluhan spesialis perawatan intensif siaga di rumah sakit Candelaria di Tenerife jika ada orang dari Hondius yang sakit parah selama pemindahan.
Fasilitas isolasi ketat memiliki satu tempat tidur yang dilengkapi sepenuhnya untuk menangani penyakit menular, lengkap dengan alat uji dan ventilator.***






