TAMIANGMENDE.COM: KRL rute Green Line atau Tanah Abang arah Rangkasbitung mengalami gangguan listrik aliran atas. Penumpang sampai turun di tengah perjalanan dari kereta yang mati listrik.
Salah satu penumpang, Nares (30), menceritakan pengalamannya terjebak di kereta yang mati listrik. Nares berangkat dari Stasiun Kebayoran Lama.
“Jadi tadi perjalanan berangkat dari Stasiun Kebayoran. Di tengah menuju Pondok Ranji mati listrik tapi kereta masih jalan. Terus mau sampe Pondok Ranji itu kereta mati total. Ya udah kita nunggu di dalam kereta dari sekitar jam 16.39 sampe 17.29 kalau nggak salah, ya. Hampir sejam,” kata Nares, Senin (4/5/2026).
Nares menyebut pintu hingga jendela kereta dibuka karena suasana dalam gerbong KRL yang pengap. Warga di sekitar pun, katanya, mendekat ke rel untuk memberikan bantuan.
“Karena di dalam panas, pengap, jendela dibuka, pintu dibuka. Kan banyak orang tuh di pinggiran rel, kayak warga-warga sekitar. Ya udah kita ngecek-ngecek nanya, gimana kalo misalnya kita loncat. Ya udah akhirnya dibantu tuh sama petugas sekitar. Jadi ada yang megangin. Terus ada yang nawarin tangga buat kita turun ke bawah,” ujar Nares.
Nares mengatakan dirinya dan teman mendapat bantuan pijakan dari warga sekitar karena posisinya dari kereta ke jalanan yang cukup tinggi. Penumpang lain pun, katanya, ikut turun karena kondisi kereta yang mati total.
“Kita dapet lumayan tinggi dari pijakan tanah. Akhirnya kita coba loncat, habis itu orang-orang pada ngikutin deh. Pada jalan terus sampe ke permukiman warga sampe kita ketemu jalan raya,” ujar Nares. (gbr/idn)












