Gaza Kembali Diserang, 5 Orang dinyatakan Tewas

Berita, Dunia, Politik12 Dilihat

TAMIANGMENDE.COM: Otoritas Palestina mengatakan serangan Israel menewaskan lima orang di Gaza. Ini merupakan rangkaian serangan terbaru di tengah seruan internasional untuk melanjutkan rencana perdamaian.
Dilansir AFP, Sabtu (29/8/2026), Badan pertahanan sipil, yang berfungsi sebagai layanan penyelamatan di bawah naungan Hamas, menyatakan bahwa jenazah tiga orang ditemukan dalam kondisi hancur berkeping-keping setelah serangan Israel di kota Al-Qarara, sebelah timur Khan Yunis, pada Jumat (28/8), waktu setempat.

Seorang juru bicara militer Israel, saat dihubungi oleh AFP, mengatakan bahwa pihak militer sedang menyelidiki insiden tersebut.

Pihak berwenang Gaza kemudian melaporkan dua kematian tambahan, termasuk akibat serangan pesawat nirawak (drone) di dekat Kota Gaza.

Israel Serang Tepi Barat

Kematian terbaru ini terjadi pada hari yang sama saat Israel melancarkan serangan udara yang jarang terjadi di Tepi Barat yang diduduki. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan serangan itu menewaskan militan yang sedang merencanakan serangan dari wilayah Palestina tersebut.

Israel terus menggempur Jalur Gaza dan pasukannya semakin merangsek masuk meskipun ada gencatan senjata yang ditengahi AS dan diumumkan pada bulan Oktober tahun lalu. Israel bersikeras harus melenyapkan ancaman dari Hamas, kelompok yang memimpin serangan belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Israel pada 7 Oktober 2023.

Nickolay Mladenov, perwakilan tinggi untuk Gaza di bawah Dewan Perdamaian atau Board of Peace yang dibentuk oleh Presiden AS Donald Trump untuk melaksanakan kesepakatan tersebut, mengatakan pada hari Kamis bahwa serangan mematikan Israel menyulitkan warga Gaza untuk merasakan dampak gencatan senjata-yang menurutnya masih tetap berlaku.

“Setiap penggunaan kekuatan yang tidak merespons ancaman mendesak, dan setiap insiden yang penyelesaiannya tidak melibatkan mekanisme dekonflik, memberikan dampak buruk bagi proses ini yang sangat sulit untuk dipulihkan kembali,” ujarnya di hadapan Dewan Keamanan PBB.

Ia mengatakan Hamas juga belum memenuhi komitmennya, termasuk terkait pelucutan senjata, meskipun kelompok tersebut telah berjanji untuk melakukannya pada akhir bulan lalu.

Israel telah memperingatkan akan melakukan pembalasan terkait penerbangan layang-layang di Gaza setelah sejumlah layang-layang melintasi perbatasan masuk ke wilayah Israel, yang menyebabkan beberapa orang tua melarang anak-anak mereka bermain layang-layang.

Pada tahun-tahun sebelumnya, layang-layang dan balon yang membawa bahan peledak telah diterbangkan dari Gaza. Benda-benda yang diterbangkan baru-baru ini tidak memuat bahan peledak, meskipun setidaknya satu di antaranya dilaporkan bertuliskan pesan politis.

Menteri Pertahanan Israel Katz pada hari Kamis menyatakan bahwa batas waktu untuk menghentikan penerbangan layang-layang telah berlalu. Ia memperingatkan, sebagaimana dikutip oleh media Israel, bahwa “setiap peluncuran dengan sendirinya merupakan tindakan terorisme, dan kami akan memperlakukannya demikian.”****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *