TAMIANGMENDE.COM: Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengecam keras pembunuhan yang dilakukan Israel terhadap komandan-komandan senior kelompok Hamas di Jalur Gaza. IRGC memperingatkan bahwa kawasan Asia Barat, atau Timur Tengah, tidak akan mengalami perdamaian kecuali Israel sepenuhnya dilenyapkan.
IRGC dalam pernyataannya, seperti dilansir Press TV, Jumat (29/5/2026), mengutuk keras pembunuhan dua komandan senior Hamas, Mohammed Odeh dan Ezzeddin al-Haddad atau Abu Suhaib, oleh Israel. Keduanya merupakan komandan senior sayap bersenjata Hamas, Brigade Ezzedine al-Qassam.
Odeh dilaporkan tewas bersama istri dan ketiga anaknya akibat serangan Israel di area Kota Gaza.
Kematian mereka, sebut IRGC, “sekali lagi mengungkapkan sifat predator dan jahat dari rezim Zionis”.
Dalam pernyataannya yang dirilis Kamis (28/5), IRGC menegaskan bahwa kawasan tersebut “tidak akan mengalami perdamaian sampai rezim jahat dan pembunuh anak-anak ini dilenyapkan dari muka Bumi” — merujuk pada Israel.
Hamas, sekutu Iran, mengonfirmasi kematian Odeh akibat serangan udara besar-besaran Israel di Kota Gaza pada Rabu (27/5). Odeh disebut sebagai tokoh kunci dalam Brigade Ezzedine al-Qassam, meskipun baru menjabat beberapa hari untuk menggantikan Al-Haddad yang tewas akibat serangan Israel pada 15 Mei lalu.
IRGC, dalam pernyataannya, juga mengkritik apa yang disebutnya sebagai rencana perdamaian untuk Jalur Gaza yang diumumkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada awal tahun ini. Menurut IRGC, rencana perdamaian itu tidak efektif dan berbahaya.
“Apa yang disebut sebagai rencana perdamaian yang dibicarakan oleh Presiden Amerika, yang jahat dan suka bertaruh itu, tidak ada artinya, dengan adanya pembunuhan, pembantaian, dan teror,” sebut IRGC.
Tidak hanya itu, IRGC juga mengecam dukungan tanpa syarat yang diberikan oleh AS dan sekutu-sekutu Barat kepada Israel.
Dikatakan IRGC bahwa rekam jejak tindakan Israel selama beberapa dekade “sekali lagi telah mengungkapkan kebenaran kepada seluruh dunia, terutama kepada pihak-pihak yang mengklaim membela hak asasi manusia dan kebebasan bangsa-bangsa”.***












