BUPATI TEKANKAN MISI PEMULIHAN LATSITARDANUS

Berita, Sosial Budaya1371 Dilihat

Tamiangmende.com: Sentuh hati rakyat,” pesan Armia, singkat namun bermakna. Ia juga mengingatkan para taruna untuk menjaga etika, menghormati kearifan lokal, serta membangun sinergi dengan pemerintah daerah, aparat kewilayahan, dan masyarakat setempat.

DI BAWAH terik matahari Lapangan Upacara Yonif 111 Raider/Karma Bakti, Tualang Cut, Jumat pagi itu, 23 Januari 2026 lalu ada prosesi penting, ribuan taruna berdiri tegap. Seragam hijau, biru, cokelat, dan abu-abu berbaur menjadi satu.

Sebanyak 2.003 personel gabungan [Taruna Akmil, AAL, AAU, Akpol, Taruna Poltek SSN, hingga Kadet Universitas Pertahanan RI] resmi diterima untuk mengikuti Latihan Integritas Taruna Wreds Nusantara (Latsitardanus) ke-46 di Kabupaten Aceh Tamiang.

Apel penerimaan dipimpin langsung oleh Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol (P) Drs. Armia Pahmi, MH. Dalam sambutannya, Armia tidak sekadar menyampaikan ucapan selamat datang.

Ia meletakkan latihan ini dalam bingkai yang lebih besar; pemulihan pasca bencana hidrometeorologi yang masih membekas di banyak sudut daerah berjuluk Bumi Muda Sedia itu.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten dan seluruh masyarakat Aceh Tamiang, saya ucapkan selamat datang di Bumi Muda Sedia. Kehadiran kalian adalah kehormatan besar sekaligus berkah bagi kami,” kata Armia di hadapan para taruna.

Bagi para peserta, Latsitardanus ke-46 merupakan tahapan akhir pendidikan sebelum dilantik menjadi perwira oleh Presiden Republik Indonesia pada akhir Juli 2026.

Namun, Armia menegaskan, tugas tahun ini memiliki bobot yang berbeda. Mengacu pada arahan Presiden dan Panglima TNI, Latsitardanus diarahkan ke Aceh sebagai bentuk kehadiran nyata negara di wilayah yang tengah bangkit dari bencana. Aceh Tamiang menjadi salah satu lokus penting.

“Saya minta kalian memegang teguh semangat Latsitardanus untuk Aceh Tamiang Bangkit,” tegas Armia.

Para taruna akan disebar dan mengabdi di empat kecamatan; Rantau, Manyak Payed, Karang Baru, dan Kota Kuala Simpang. Wilayah-wilayah ini sebelumnya terdampak banjir besar yang merusak fasilitas publik, mengganggu layanan dasar, dan meninggalkan trauma sosial di tengah masyarakat.

LEBIH DARI LATIHAN MILITER

DALAM arahannya, Armia menekankan bahwa Latsitardanus bukan sekadar latihan kedisiplinan dan integrasi antarmatara. Ia meminta para taruna hadir sebagai solusi di tengah warga.

Fokus pertama adalah pemulihan fasilitas publik. Pembersihan dan penataan kembali fasilitas kesehatan, sekolah, tempat ibadah, hingga perkantoran menjadi prioritas agar aktivitas sosial dan pelayanan masyarakat bisa segera berjalan normal.

Fokus kedua, yang menurut Armia tidak kalah penting, adalah sasaran non-fisik; menyentuh langsung sisi kemanusiaan warga.

Trauma healing bagi anak-anak, dukungan psikososial bagi keluarga terdampak, serta edukasi tentang sanitasi dan air bersih menjadi bagian dari pengabdian yang diharapkan. Pasca banjir, persoalan kesehatan lingkungan dan psikologis masih menghantui banyak warga Aceh Tamiang.

“Sentuh hati rakyat,” pesan Armia, singkat namun bermakna. Ia juga mengingatkan para taruna untuk menjaga etika, menghormati kearifan lokal, serta membangun sinergi dengan pemerintah daerah, aparat kewilayahan, dan masyarakat setempat.

Kehadiran taruna di tengah kampung-kampung warga, kata Armia, harus menjadi sumber harapan, bukan sekadar formalitas program.

NEGARA HADIR DI TENGAH PEMULIHAN

PENUGASAN Latsitardanus ke-46 di Aceh Tamiang akan berlangsung hingga 16 Februari 2026.

Dalam rentang waktu itu, masyarakat menaruh harapan besar pada kehadiran ribuan calon perwira tersebut; bukan hanya sebagai simbol negara, tetapi sebagai tangan-tangan nyata yang membantu membersihkan, memulihkan, dan menguatkan kembali sendi kehidupan warga.

Bagi Aceh Tamiang yang masih berjuang keluar dari bayang-bayang bencana, Latsitardanus menjadi lebih dari sebuah latihan.

Ia menjelma perjumpaan antara negara dan rakyat, antara disiplin militer dan empati kemanusiaan.(Red/TM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *