TAMIANGMENDE.COM: Penerapan sistem kerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi sebagian aparatur negara (ASN) setiap hari Jumat telah dimulai. ASN di Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) Aprillia (27) menilai sistem WFH lebih efisien.
“Dari segi waktu dan biaya itu kita benar-benar lebih efisien sih sebenarnya. Terus kedua, karena aku kebetulan di bidang keuangan dan anggaran ya, sebenarnya kan itu kerjaan yang butuh konsentrasi lebih. Kerja di rumah itu sebenarnya lebih minim distraksi daripada di kantor, jadi bisa lebih konsen,” ujar Aprillia saat dihubungi, Jumat (10/4/2026).
Aprillia juga bicara keseimbangan antara kerja dan kehidupan atau work-life balance. Baginya, kebijakan WFH satu hari seminggu membantu menjaga keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan.
“Dengan adanya WFH yang memang serentak satu minggu sekali ini kayaknya lebih enak, lebih bisa work-life balance gitu sih,” tuturnya.
ASN di BPOM, Kadafi (23), merasa dirinya lebih fokus bekerja saat WFH. Alasannya, Kadafi tak perlu menempuh perjalanan ke kantor.
“Bagi saya WFH memberikan peluang bagi ASN untuk lebih fokus pada pekerjaan karena tidak lagi memikirkan terkait transportasi dari dan ke kantor,” kata Kadafi.
Kadafi menjelaskan WFH bukan berarti bebas tugas. Di BPOM sendiri, katanya, pengawasan pekerjaan dilakukan melalui laman sistem informasi kinerja individu (SIMAKIN). Pegawai wajib melaporkan progres pekerjaan agar bisa melakukan presensi pulang.
“Harapannya WFH tidak rigid (kaku) pada Jumat saja, tapi bisa dipilih sesuai kebutuhan organisasi dan ASN itu sendiri,” ujarnya.












