10 Anjing Liar di Desa Batur Tengah Disuntik Mati Buntut Balita Tewas

TAMIANGMENDE.COM:  Sebanyak 10 anjing liar di pintu masuk Pendakian Gunung Batur, Pura Pasar Agung, Desa Batur Tengah, Kecamatan Kintamani, Bangli, ditembak mati alias dieliminasi. Hal itu dilakukan buntut anak bawah lima tahun (balita) bernama Made Sukma Diatmika (4) tewas karena digigit anjing liar di sekitar lokasi itu.

“Langsung kami eliminasi delapan hingga 10 ekor anjing yang terlihat di lokasi, tidak lama setelah kejadian,” kata Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan (PKP) Bangli, Made Armana, saat ditemui di kantornya, Rabu (29/4/2026).

Armana mengatakan, saat lokasi kejadian didatangi petugas Dinas PKP Bangli dan keluarga korban, terlihat 10 anjing liar yang masih berkeliaran. Tak lama, 10 anjing itu langsung dieliminasi.

Namun, hingga kini belum diketahui pasti anjing yang menggigit Sukma hingga tewas. Anjing yang menggigit Sukma diduga sudah kabur.

“Anjing-anjing yang terlihat di lokasi itu bukan “tersangka”. Jadi, memang tidak ada anjingnya. Mungkin sudah kabur dan memang tidak ada saksi mata,” kata Armana.

Tindakan yang dilakukan, tutur Armana, tidak hanya mengeliminasi 10 anjing di lokasi kejadian. Sebanyak 18 anjing milik warga Desa Batur Tengah juga langsung divaksin rabies.

Menurut Armana, banyak warga yang memelihara anjing sembarangan. Anjing yang dipelihara hanya diberi makan tanpa dikandangkan dan dipasangi tali kekang. “Jadi, anjingnya dipelihara warga, tetapi dilepas liarkan. Itu yang susah,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Sukma dinyatakan tewas saat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangli karena kehabisan darah akibat banyaknya luka gigitan anjing. Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangli dan Dinas PKP Bangli menyatakan tidak ada penularan rabies yang dialami Sukma akibat gigitan itu.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *