Warga Terdampak Krisis Air di Banten Bisa Lapor ke Call Center 110

TAMIANGMENDE.COM: Polda Banten menyiapkan petugas untuk menangani masalah kekeringan dan krisis air di wilayahnya. Agar mudah melapor, warga bisa menghubungi call center 110.

“Hubungi Call Center 110. Call center itu tidak hanya untuk aduan gangguan kamtibmas atau kejahatan, tetapi juga jika masyarakat membutuhkan air bersih,” kata Kapolda Banten Irjen Pol Hengki, Senin (3/8/2026).

Hengki menyebut telah memberikan arahan kepada jajarannya untuk memitigasi bencana kekeringan di Banten. Mereka diminta mengirimkan air bersih ke wilayah-wilayah terdampak.

“Seluruh jajaran Polda maupun Polres sudah bergerak dengan personel dan sarana-prasarana yang ada untuk membantu masyarakat yang mengalami kekurangan air bersih,” ujarnya.

Menurut Hengki, polisi memiliki sarana berupa water cannon yang bisa mengangkut air bersih. Unit-unit tersebut disiapkan untuk menjangkau wilayah kekurangan air.

“Water cannon kita yang biasanya mengatasi unjuk rasa, sekarang kita manfaatkan untuk mengangkut air bersih. Kita isi di Baros, lalu distribusikan kepada masyarakat yang kekurangan air berdasarkan informasi di media sosial seperti TikTok. Kita akan langsung meluncur ke sana,” katanya.

Satgas Terpadu Antisipasi Kebakaran TPA

Sebelumnya, Hengki menyebut pihaknya telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Terpadu untuk mengantisipasi kebakaran sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) saat musim kemarau. Pos siaga dan unit pemadam kebakaran akan disiapkan di area-area TPA tersebut.

Hengki menjelaskan, Satgas Terpadu diisi oleh petugas gabungan dari Polri, TNI, dan Pemerintah Daerah. Satgas ini akan tetap siaga agar potensi kebakaran di TPA dapat ditangani dengan cepat dan tidak meluas.

“Satgas Terpadu kita tempatkan di daerah-daerah rawan titik api dan rawan kebakaran selama musim kemarau. Terutama di TPA seperti di Jatiwaringin (Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang), Bagendung (Cilegon), dan Cilowong (Kota Serang),” ungkapnya.

Pos terpadu tersebut akan diisi oleh petugas pemadam kebakaran dan personel pendukung lainnya. Para petugas akan standby 24 jam untuk memberikan respons cepat.

“Semua kita siapkan pos terpadu, baik kesiapan personel secara terpadu maupun sarana-prasarana, terutama mobil pemadam kebakaran, ambulans, hingga dapur lapangan. Semua siap ready for use untuk digunakan setiap saat manakala terjadi kebakaran,” pungkasnya.***