Polisi: Siswa Viral Dinjak-injak di Bogor ‘Diospek’ Jadi Anggota Geng Pelaku

TAMIANGMENDE.COM: Polisi mengamankan pelaku dan korban siswa yang viral dikeroyok hingga diinjak-injak di Baranangsiang, Kota Bogor. Polisi menyebut korban diinjak-injak sedang diospek sebelum bergabung ke kelompok atau geng para pelaku.

“Pemicunya itu si korban ini kan mau masuk (bergabung) ke kelompok mereka itu, jadi semacam diospek ya, cuma dengan cara begitu. Jadi semuanya itu kan tujuh orang tu di dalam video itu, nah si korban ini yang namanya R mau masuk ke kelompok mereka itu,” kata Kapolsek Bogor Timur AKP Asep Sundana, Kamis (4/6/2026).

“Jadi untuk masalah lain yang jadi pemicu sampai terjadi penganiayaan sih nggak ada, cuma syarat masuk kelompok mereka itu seperti itu,” imbuhnya.

Hal serupa diungkap Kanit Reskrim Polsek Bogor Timur Iptu Iwan Heri Setiawan. Dari hasil keterangan sementara, pelaku menyebut penganiayaan dalam video viral menjadi tradisi bagi calon anggota baru geng BRAK, nama perkumpulan para pelaku.

“Kalau sementara ini, jadi dia (korban) mau masuk kelompok mereka (pelaku) itu. Jadi ada tradisi menurut mereka, bagi yang baru masuk. Ya diospek gitu lah istilahnya,” kata Iwan dihubungi terpisah.

“Jadi kalau masalah atau motif lainnya nggak ada, cuma dia mau gabung geng itu, jadi istilahnya perkenalan. Jadi dia itu ada namanya geng BRAK atau basis BRAK. Jadi tongkrongan gabungan antar sekolah juga di situ,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, polisi bergerak cepat menelusuri kejadian viral pengeroyokan terhadap sesama pelajar SMK di Baranangsiang, Kota Bogor. Enam pelaku diamankan.

“(Pelaku pengeroyokan) sudah kita amankan, sekarang ditangani unit PPA Sat Reskrim Polresta Bogor Kota,” kata Kapolsek Bogor Timur AKP Asep Sundana, Kamis (4/6/2026).

Asep menyebut, ada tujuh pelajar termasuk korban yang terekam dalam video viral tersebut. Mereka berasal dari dua SMK di Kota Bogor dan saling mengenal.

“Jadi di dalam video itu ada tujuh orang, salah satunya korban. Pelaku dari SMK yang berbeda, tapi ada 1 yang dari SMK yang sama sama korban,” kata Asep.

“Soal baju seragam (di TKP), ternyata setelah ditelusuri itu baju itu cuma diletakkan saja, bukan punya korban atau pun pelaku. Iya, (korban dan pelaku) saling kenal,” sambung dia.***