Perang Iran Makin Tak Menentu Usai Utusan Trump Batal ke Pakistan

Berita, Dunia, Politik229 Dilihat

TAMIANGMENDE.COM: Perang Amerika Serikat (AS) bersama Israel dengan Iran belum ada ujung yang pasti. Utusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump batal ke Islamabad, Pakistan, untuk perundingan damai putaran kedua dengan Iran.

Trump menegaskan batalnya rencana kunjungan utusan ke Pakistan untuk pembicaraan damai dengan Iran tidak berarti perang AS-Israel melawan republik Islam tersebut akan segera berlanjut.

Dilansir AFP, Sabtu (25/4), Gedung Putih menyatakan bahwa utusan Trump, Steve Witkoff dan Jared Kushner, akan menuju ibu kota Pakistan untuk melakukan “pembicaraan langsung” dengan pihak Iran yang diharapkan dapat “mendorong kemajuan menuju kesepakatan”.

Tak lama sebelum pengumuman itu, Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi menyelesaikan kunjungan diplomatiknya ke Islamabad setelah bertemu dengan Panglima Militer Pakistan Asim Munir, tokoh kunci dalam upaya mediasi, serta Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Menteri Luar Negeri Ishaq Dar.

Namun, Trump mengatakan kepada Fox News bahwa ia membatalkan perjalanan tersebut.

“Kami memegang semua kendali. Mereka bisa menghubungi kami kapan saja, tetapi tidak perlu lagi melakukan penerbangan 18 jam hanya untuk duduk dan membicarakan hal yang tidak menghasilkan apa-apa,” kata Trump, mengutip pernyataannya kepada timnya.

Ketika ditanya media AS Axios apakah hal itu berarti dimulainya kembali permusuhan, Trump menjawab: “Tidak. Itu tidak berarti demikian. Kami bahkan belum memikirkannya.”

Menlu Iran Tinggalkan Islamabad

Kementerian Luar Negeri Iran menyebut Araghchi telah meninggalkan Islamabad pada Sabtu (25/4), untuk bertemu pejabat Oman. Araghchi juga dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Rusia untuk membahas upaya mengakhiri perang, yang dimulai oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari.

Araghchi menyebut kunjungannya ke Pakistan sebagai “sangat produktif” dalam unggahan di platform X, seraya menambahkan bahwa ia telah menyampaikan posisi Iran mengenai “kerangka kerja yang dapat diterapkan untuk mengakhiri perang secara permanen”.

“Masih harus dilihat apakah AS benar-benar serius dalam diplomasi,” ujarnya.

Bahkan sebelum pengumuman Trump, prospek pembicaraan baru sudah tidak pasti. Televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa Araghchi tidak berencana bertemu dengan pihak AS, dan Islamabad hanya akan berperan sebagai perantara untuk “menyampaikan” proposal Iran.

PM Pakistan Telepon Presiden Iran Dorong Perdamaian

Perdana Menteri (PM) Pakistan Shehbaz Sharif melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Sharif menyampaikan akan tetap berupaya mendorong perdamaian antara Iran dan AS yang saat ini masih tegang.

Dilansir CNN, komunikasi itu terjadi pada Sabtu (24/4). Sharif memastikan bahwa Islamabad “akan terus melakukan upaya yang tulus dan jujur untuk mendorong perdamaian dan keamanan regional,” menurut kantor Sharif.

Dalam unggahan di X, Sharif menyampaikan apresiasi atas keputusan Iran mengirimkan delegasi tingkat tinggi yang dipimpin Menlu Abbas Araghchi ke Islamabad untuk melakukan pembicaraan yang bertujuan mengakhiri perang.***