Pemulihan Tapanuli Utara Dipacu, Huntap & Relokasi Sekolah Jadi Prioritas

TAMIANGMENDE.COM: Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera mengawal penyelesaian tiga kebutuhan mendesak dalam pemulihan Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Tiga kebutuhan itu yakni penyediaan jaringan listrik untuk pembangunan hunian tetap, peningkatan hunian sementara menjadi hunian tetap, serta relokasi sekolah dari kawasan rawan bencana.
Hasil pemantauan tim Satgas PRR pada Kamis (30/7) menunjukkan pemulihan sektor sosial telah berjalan. Jaminan hidup telah disalurkan kepada 435 keluarga atau 1.601 jiwa. Bantuan isi hunian dan stimulan ekonomi masing-masing juga telah diterima oleh 365 keluarga. Pemerintah daerah selanjutnya mengusulkan 37 keluarga tambahan untuk memperoleh bantuan stimulan ekonomi.

Kemajuan juga terlihat pada pembangunan 103 unit huntap komunal di Desa Dolok Nauli oleh Yayasan Buddha Tzu Chi yang telah rampung. Seluruh penerima telah ditetapkan melalui surat keputusan dan memperoleh perabotan. Pekerjaan prasarana, sarana, dan utilitas telah mencapai sekitar 90 persen, sedangkan pembangunan fasilitas pendidikan anak usia dini mencapai 20 persen.

Di Desa Pagar Lampung, rencana pembangunan 20 unit huntap belum dapat dimulai karena jaringan listrik belum menjangkau lokasi. Satgas PRR akan mengoordinasikan persoalan tersebut dengan PLN agar penyediaan jaringan segera memperoleh kepastian dan pembangunan hunian dapat dilaksanakan.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Utara mengusulkan agar huntara di Desa Sibalanga dapat ditingkatkan menjadi huntap. Rencana itu membutuhkan dukungan pembangunan drainase, saluran air, sumur bor, dan dinding penahan tanah. Satgas PRR akan mengawal koordinasi dengan BNPB untuk mempercepat pemenuhan infrastruktur dasar tersebut.

“Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara bersama OPD terkait agar terus memperkuat koordinasi dengan BNPB dan kementerian/lembaga dalam percepatan pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi serta segera menyampaikan setiap kendala kepada Satgas PRR Pusat untuk mendapatkan tindak lanjut,” tulis Ketua Tim Monev Sumatera Utara, Brigjen TNI Fadjar Tjahjono dalam keterangannya, Jumat (31/7/2026).

Perlindungan terhadap peserta didik turut menjadi perhatian utama. SD Negeri 173153 Sibalanga yang berada di kawasan rawan akan direlokasi ke lahan seluas 40 x 60 meter di dekat lokasi huntara. Satgas PRR akan menindaklanjuti kebutuhan tersebut bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta pemerintah daerah agar proses relokasi dapat dipercepat.

Di sisi lain, sejumlah fasilitas lainnya telah kembali berfungsi. Jembatan Sitakka yang dibangun TNI Angkatan Darat telah beroperasi penuh sehingga aktivitas masyarakat kembali normal. Renovasi SD Negeri 173156 Lobupining juga telah selesai dan kegiatan belajar mengajar kembali berjalan.

Karena bangunan sekolah berada di dekat jurang, pemerintah daerah menyiapkan pembangunan turap menggunakan dana Transfer ke Daerah.

Di sisi lain, Ketua Tim Data Posko Nasional Satgas PRR, Kolonel Inf Tamimi Hendra Kesuma menegaskan, pihaknya akan terus mengawal penyelesaian setiap hambatan secara terukur. Koordinasi diarahkan kepada PLN untuk penyediaan jaringan listrik, BNPB untuk pemenuhan infrastruktur dasar kawasan hunian, serta Kemendikdasmen untuk relokasi sekolah.

Langkah tersebut diperlukan agar pemulihan Tapanuli Utara menghadirkan hunian layak, lingkungan yang lebih aman, dan kepastian layanan bagi masyarakat terdampak.

(anl/ega)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *