Tamiangmende.com| Aceh Tamiang — Mendengar kata kopi yang terlintas di pikiran kita adalah pahit, tapi tidak demikian dengan masyarakat Aceh, kopi menjadi gaya pergaulan di provinsi paling barat Indonesia ini.
Ditemui di sebuah warung kopi, Syahrul (52 th) mengatakan ” kopi adalah lambang pergaulan di Aceh, tidak hanya itu, segelas kopi juga bisa menjadi sarana mediasi untuk menyelesaikan masalah, membahas bisnis atau hanya sekedar menghabiskan waktu bersantai dengan teman-teman.” Katanya. Senin, 10/11/2025.
Menurut Syahrul” segelas kopi juga terkadang menjadi sajian wajib di acara formal maupun informal di Aceh ini. Tanpa kopi acara yang diselenggarakan biasanya berasa kurang khidmadnya. Ini menu wajib bagi tuan rumah yang menyelenggarakan acara.” Jelas Syahrul
” Saya biasanya dalam sehari menghabiskan kopi itu rata-rata 8 gelas per hari, bang..tergantung kegiatan saya di luar rumah. Tapi yang jelas untuk menutup kegiatan hari-hari saya. Dua gelas di rumah sebelum menjelang tidur malam adalah hal wajib. Saat itu ditemani dengan segelas kopi, saya dapat menenangkan diri setelah seharian beraktivitas di luar rumah”. Tutup Syahrul
(Red/TM)
