Iran Tuntut Penjelasan Saudi-UEA Usai Tembak Jatuh Drone China

Berita, Dunia, Politik139 Dilihat

TAMIANGMENDE.COM:  Otoritas Iran menuntut penjelasan dari dua negara Teluk, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA), yang juga negara tetangganya, setelah menembak jatuh drone buatan China yang mengudara di wilayahnya pekan lalu. Saudi dan UEA merupakan pengguna drone buatan Beijing tersebut di kawasan Timur Tengah.

Drone buatan China itu, Wing Loong II, ditembak jatuh oleh pertahanan udara Iran saat perang terus berkecamuk melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Ditembak jatuhnya drone itu memicu pertanyaan apakah negara-negara Teluk, seperti Saudi dan UEA, telah bergabung dalam perang AS-Israel melawan Iran.

Otoritas Teheran, seperti dilansir South China Morning Post (SCMP), Senin (6/4/2026), menyebut drone buatan asing yang ditembak jatuh itu dapat menjadi bukti “keterlibatan aktif” dalam perang antara Iran melawan AS-Israel.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan bahwa drone buatan China itu ditembak jatuh saat terdeteksi mengudara di atas kota Shiraz pada Kamis (2/4) pekan lalu.

Iran, menurut laporan Middle East Eye, menerima pasokan drone dari China sebelum perang melawan AS-Israel meletus pada 28 Februari lalu. Namun menurut seorang pejabat intelijen regional, Beijing mengirimkan drone Kamikaze ke Teheran, berbeda jenis dengan Wing Loong yang bisa digunakan berulang kali.

Sementara AS maupun Israel tidak mengoperasikan drone buatan China. Namun Saudi dan UEA diketahui memiliki drone pengintai dan serangan presisi buatan Beijing itu dalam persenjataan mereka.

Baghaei memposting foto-foto yang menunjukkan puing-puing drone yang ditembak jatuh tersebut ke media sosial.

Dia mengatakan bahwa puing-puing drone itu bisa menjadi “bukti partisipasi langsung dan keterlibatan aktif” oleh beberapa negara tetangga “dalam kejahatan perang yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran”.

“(Klarifikasi) Diperlukan oleh salah satu dari DUA NEGARA di kawasan yang merupakan pengguna drone ini!” tegasnya, tanpa menyebut nama negara yang dimaksud.

Foto-foto drone yang hancur itu awalnya disebarkan oleh kantor berita Tasnim, yang sempat mengklaim itu merupakan drone MQ-9 Reaper buatan Amerika. Namun, puing-puing drone kemudian diidentifikasi sebagai drone Wing Loong II, yang memiliki ukuran dan penampilan serupa.

Sejauh ini belum ada tanggapan Saudi maupun UEA atas hal tersebut. Otoritas Beijing juga belum memberikan komentar.

Namun, jika Saudi atau UEA memang mengoperasikan drone tersebut, maka hal itu menandakan peningkatan dukungan mereka untuk perang melawan Iran. Kedua negara Teluk itu sedang berada di bawah tekanan dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump untuk mendukung operasi ofensif terhadap Teheran.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *