Indonesia Terbuka Untuk Investasi Rumah Sakit Bagi Investor Eropa

Berita, Bisnis2383 Dilihat

Tamiangmende.com — Presiden RI, Prabowo Subianto menyatakan, Indonesia membuka diri bagi investor Eropa yang ingin berinvestasi Rumah Sakit.

Terutama usai meneken perjanjian multilateral, misalnya perjanjian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).

“Dalam dua tahun terakhir, Indonesia telah membuka banyak sektor untuk partisipasi asing,” ujar Prabowo dalam pertemuan dengan Presiden Dewan Eropa, Antonio Costa, di Gedung Europa, Brussel, Belgia Juli tahun lalu, dikutip pada Kamis, 15 Januari 2026.

“Sekarang kami membuka sektor kesehatan. Rumah sakit atau institusi medis asing diperbolehkan membuka cabang atau institusi afiliasi di Indonesia,” tegasnya.

Ternyata Investasi RS Swasta Senilai 8,2 Triliun Rupiah

Investasi rumah sakit menjadi salah satu tujuan investor menanamkan modalnya di Indonesia dengan realisasi pada tiga bulan akhir tahun lalu senilai Rp 8,2 triliun.

Lima Besar Subsektor Tujuan Utama Investor

Sektor jasa menduduki posisi keempat dari lima besar subsektor yang menjadi tujuan utama investor asing dan domestik ke Indonesia pada periode akhir 2025.

Pertama ialah sektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya senilai Rp 65,6 triliun dengan porsi 13,2%.

Diikuti sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi Rp 47,7 triliun dengan porsi 9,6%, dan pertambangan Rp 41,5 triliun yang porsinya 8,4%.

Di bawah sektor jasa yang menduduki posisi keempat, ialah industri kima dan farmasi dengan porsi 7,4% atau senilai Rp 37 triliun. Lainnya mencakup porsi 53,2%. ***