IDI Resmikan Program Integrasi Respons Bencana Hidrometeorologi di Aceh Tamiang

Berita, Sosial Budaya3184 Dilihat

TAMIANGMENDE.COM:Ikatan Dokter Indonesia secara resmi meluncurkan Program Integrasi Respons Bencana Hidrometeorologi yang dipusatkan di Kabupaten Aceh Tamiang.

Program ini merupakan bentuk kepedulian kolektif dokter seluruh Indonesia untuk membantu pemulihan kesehatan masyarakat terdampak bencana di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Gelanggang Olahraga Kabupaten Aceh Tamiang, Rabu, 11 Februari 2026.

Dalam kunjungannya, Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia Slamet Budiarto menyatakan bahwa program ini hadir melalui sinergi luas untuk mengembalikan kondisi kesehatan dan lingkungan warga seperti sediakala.

Menanggapi inisiatif tersebut, Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi menyampaikan apresiasi atas langkah nyata yang dilakukan IDI beserta mitra strategisnya.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, saya menyampaikan apresiasi kepada Ikatan Dokter Indonesia dan mitra strategisnya, termasuk Herbalife, dalam misi kemanusiaan serta penguatan kesehatan masyarakat pascabencana hidrometeorologi. Kegiatan ini merupakan langkah dinamis dalam menciptakan layanan yang lebih komprehensif, cepat, akurat, dan mudah diakses, terutama dalam merespons berbagai persoalan kesehatan,” ujar Armia Pahmi.

Ia juga menekankan bahwa saat ini Aceh Tamiang tengah berupaya memulihkan kondisi wilayah dari dampak lumpur yang sangat masif.

“Bencana banjir telah memberikan dampak signifikan, tidak hanya pada infrastruktur tetapi juga pada kesehatan masyarakat. Saat ini kami fokus menangani dampak lumpur hingga tuntas. Program integrasi respons ini menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang cepat dan terpadu,” tuturnya.

Program integrasi ini dirancang untuk menjawab tantangan penurunan kualitas kesehatan lingkungan melalui tiga pilar utama, yakni pemberian makanan bayi dan anak dengan penyaluran 7.000 paket nutrisi untuk mendukung tumbuh kembang balita di masa darurat, disertai edukasi ASI dan MPASI aman.

Selain itu, layanan kesehatan lapangan yang telah beroperasi sejak 3 Desember 2025 memberikan pelayanan medis dasar yang didukung logistik kesehatan serta edukasi pencegahan penyakit pascabencana. Program ini juga mencakup penyediaan akses air bersih melalui pembangunan lima unit sistem air bersih guna menjamin sanitasi warga dan mencegah wabah penyakit, dengan komitmen penambahan unit jika diperlukan.

Dalam pidatonya, Armia Pahmi menegaskan bahwa program ini memperkuat sinergi antara tim kesehatan puskesmas, rumah sakit, BPBD, Dinas Sosial, hingga perangkat kampung dan kecamatan agar bergerak secara terpadu.

IDI juga menyampaikan terima kasih kepada para mitra strategis seperti Herbalife, SMA 3 Malang, Prima Husada Malang, PERDOVI, PDSKJI, dan PERSUASI. Dukungan yang diberikan mencakup logistik sembako, satu unit ambulans, tiga armada motor operasional, hingga aktivasi dapur umum.

“Kehadiran kami di Aceh Tamiang tidak berdiri sendiri. Meskipun tim medis di lapangan berganti secara berkala, pelayanan dan misi kemanusiaan tetap konsisten sejak awal Desember 2025. Fokus utama kami adalah memastikan sektor kesehatan di Tamiang pulih kembali,” pungkas Ketua PB IDI.

Sebagai penutup, Armia Pahmi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap bersatu menghadapi musibah. Ia berharap masyarakat tetap saling mendukung agar proses pemulihan dapat berjalan optimal. Sebagai bentuk komitmen nyata dalam penguatan layanan kesehatan pascabencana, acara peresmian tersebut juga diisi dengan penyerahan bantuan secara simbolis kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang.(Red/TM)