TAMIANGMENDE.COM: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menanggapi kenaikan harga plastik yang bisa mencapai 50%. Pemprov DKI akan melakukan inovasi baru untuk mengurangi kebutuhan plastik.
“Jadi harga plastik ini memang naik, dan harga plastik ini terus terang ketentuan ketentuannya bukan di Pemerintah DKI Jakarta. Tetapi tentunya kami harus melakukan inovasi karena sekarang ini kebutuhan plastik ini kan pelan-pelan harus dikurangi, harus ada substitusinya,” ujar Pramono kepada wartawan di kantor Wali Kota Jakarta Timur, Minggu (12/4/2026).
Pramono menilai kenaikan harga plastik akan menjadi beban warga Jakarta sehingga warga diharapkan bisa kembali menggunakan cara tradisional, yaitu menggunakan bungkus daun pisang.
“Kalau kondisinya tetap seperti ini, pasti akan menjadi beban. Maka untuk itu ya kita kadang-kadang harus kembali ke cara tradisional, pakai bungkus daun pisang dan sebagainya,” ucapnya.
Diketahui, harga berbagai macam produk plastik mengalami kenaikan di pasaran. Naiknya harga dikarenakan impor bahan baku plastik terganggu akibat perang yang dipicu oleh AS dan Israel terhadap Iran.
Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (DPP IKAPPI), Reynaldi Sarijowan, mengatakan kenaikan harga plastik terjadi karena Indonesia masih tergantung bahan baku plastik dari impor. Kenaikan harga disebut mencapai hingga 50%.
“Kami pantau sudah cukup lama, pada saat memasuki bulan suci Ramadan harga plastik sudah mulai ada kenaikan. Puncaknya ini harganya yang kami sudah hitung kenaikannya mencapai 50%,” kata Reynaldi, Minggu (5/4).
Reynaldi mencontohkan harga plastik kresek yang awalnya Rp 10 ribu menjadi Rp 15 ribu per pak. Kemudian, plastik lainnya ada yang naik dari Rp 20 ribu menjadi Rp 25 ribu.****
