TAMIANGMENDE.COM: Nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah kembali naik hari ini. Berdasarkan data kurs terbaru, 4 Mei 2026 :
– *Kurs tengah BI*: 1 USD = Rp18.020,65, kurs jual Rp18.020,65 dan kurs beli Rp17.841,35
– *Seputarforex*: Kurs tengah USD/IDR di Rp17.874, jual Rp17.963, beli Rp17.785 per 4 Juni 2026
– *Wise*: 1 USD = Rp18.043, naik 0,507% dibanding kemarin
– *Economies.com*: USD/IDR di 18.051,75, naik 0,45% atau +80,6 poin c7ed20116b4fd29b
Kenapa naik?
Penguatan dolar AS 7 hari terakhir +1,14%. Sentimen global + data ekonomi AS masih jadi penekan utama. Kurs sempat ke level tertinggi 18.047,3 pada 4 Juni 2026. 6b4f
Dampaknya: barang impor, tiket pesawat, dan biaya kuliah luar negeri jadi lebih mahal. Tapi buat eksportir + yang terima kiriman dolar, ini kabar bagus.
grafik 30 hari terakhir USD ke IDR
Catatan tren 30 hari:
1. *Level terendah*: Rp17.816,6 pada 28 Mei 2026
2. *Level tertinggi*: Rp18.047,3 pada 4 Juni 2026
3. *Rata-rata*: Rp17.868,5 dengan kenaikan total 1,17% selama seminggu terakhir
Jadi rupiah masih cenderung melemah vs dolar 2 minggu terakhir. Paling bergejolak tanggal 1 Juni, naik 0,28% dalam sehari
5 Faktor dolar AS lagi kuat vs rupiah
1. *The Fed masih hawkish*: Data inflasi PCE AS Agustus 2025 tumbuh 2,7% YoY, lebih tinggi dari Juli 2,6%. Harga makanan + jasa masih tinggi. Pasar jadi nunggu kepastian kapan Fed potong bunga.
2. *Indeks DXY menguat*: Indeks dolar turun 0,21% ke 97,94 tanggal 29 Sept 2025 waktu rupiah sempat perkasa. Kebalikannya, kalau DXY naik, mata uang negara lain termasuk IDR ketekan.
3. *Risk-off global*: Investor lari ke “safe haven” USD saat ketidakpastian ekonomi/geopolitik. Rupiah termasuk mata uang emerging market yg paling sensitif.
4. *Defisit transaksi berjalan*: Impor energi + barang modal masih tinggi. Kebutuhan USD buat bayar impor naik.
5. *Selisih suku bunga*: Suku bunga acuan BI vs Fed bikin “carry trade” lebih menarik di USD. Modal asing kadang keluar dari SBN IDR ke aset USD.
Outlook BI 4 Juni 2026
BI biasanya intervensi lewat triple intervention: di pasar spot, DNDF, dan SBN buat jaga volatilitas. Kurs BI hari ini 18.020,65, bank jual 18.029 – beli 18.012.
Prediksi kurs itu sensitif & tergantung data Fed, harga minyak, sama arus modal asing. BI sendiri targetnya jaga stabilitas, bukan level tertentu.
Kesimpulan Kurs USD/IDR
1. *Tren*: Dolar naik. Kurs tengah di Rp17.874 – Rp18.043. Tertinggi 7 hari terakhir Rp18.047,3. Naik 1,14% seminggu.
2. *Penyebab*: Inflasi AS masih tinggi 2,7% YoY + ekspektasi Fed tunda potong bunga. Dolar jadi “safe haven”. Rupiah ketekan impor + arus modal keluar.
3. *Dampak*:
– Rugi: Impor, kuliah/travel LN, bayar Netflix/Apple jadi lebih mahal
– Untung: Eksportir, TKI, freelancer terima bayaran USD
4. *Nukar $500*:
– Jual dolar → Wise paling untung, beda sampai Rp129rb vs money changer
– Beli dolar → Maybank e-Rate paling hemat, bank TT counter paling mahal selisih Rp93rb
Intinya: Rupiah masih melemah vs USD. BI fokus jaga stabilitas, bukan target level kurs.(Red/TM)









