TAMIANGMENDE.COM: Delegasi dari Arab Saudi yang dipimpin Wakil Menteri Luar Negeri Walid Al-Khuraiji menghadiri pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei. Pemilihan ayat Al-Qur’an yang dilantunkan saat delegasi Saudi memberi penghormatan ke Khamenei menjadi perbincangan warganet.
Dilansir Al-Jazeera dan Tasnim News, delegasi Saudi yang dipimpin oleh Wakil Menteri Luar Negeri Walid Al-Khuraiji memberikan penghormatan terakhir di hadapan peti jenazah Ali Khamenei pada hari Jumat (3/1/2026). Kehadiran Walid Al-Khuraiji ini tidak terduga.
Pasalnya, pada bulan Maret lalu, Menteri Luar Negeri Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud mendesak Iran untuk ‘menghitung ulang’ strateginya setelah serangan balasan berulang kali terhadap pangkalan AS di kerajaan tersebut. Pangeran Faisal mengatakan bahwa toleransi atas serangan terhadap negara-negara Teluk terbatas.
Kehadiran delegasi Arab Saudi ini juga menjadi perbincangan karena pemilihan ayat Al-Qur’an yang diatur oleh pihak Iran. Pihak Iran mengatur pembacaan ayat Al-Qur’an yang merujuk pada dua pasukan yang bertemu di Pertempuran Badr abad ketujuh. Ayat yang dilantunkan Qari Iran itu ialah QS 3:13 atau Al Imran ayat 13.
Begini terjemahan ayat tersebut:
“Sungguh, telah ada tanda (bukti) bagimu pada dua golongan yang bertemu (dalam pertempuran. Satu golongan berperang di jalan Allah dan (golongan) yang lain kafir yang melihat dengan mata kepala bahwa mereka (golongan muslim) dua kali lipat jumlahnya. Allah menguatkan siapa yang Dia kehendaki dengan pertolongan-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai penglihatan (mata hati).”
Pemilihan ayat ini menjadi perbincangan warganet. Video yang menunjukkan momen tersebut pun viral di sejumlah platform media sosial dengan narasi yang menganggap Iran sedang mengingatkan Saudi.
Para Tamu Internasional Hadir
Selain delegasi dari Arab Saudi, para tamu internasional lain juga hadir memberikan penghormatan terakhir pada hari Jumat (3/7) termasuk Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, yang negaranya telah menjadi mediator antara Iran dan AS. Juga mantan presiden Rusia Dmitry Medvedev, yang sekarang menjabat sebagai wakil kepala dewan keamanan Rusia, yang hadir mewakili Presiden Vladimir Putin.
Kelompok milisi Palestina, Hamas dan kelompok milisi Lebanon, Hizbullah, keduanya didukung oleh Teheran, juga mengirimkan utusannya. Begitu pula dengan pemerintah Taliban di Afghanistan. Indonesia mengutus Dubes RI di Teheran untuk menghadiri upacara itu.
Adapun prosesi pemakaman akan berlangsung selama enam hari. Demikian laporan televisi pemerintah Iran pada hari Sabtu (4/7) pagi, dengan prosesi yang akan berlanjut di Irak sebelum pemakamannya.
Dilansir kantor berita AFP, Sabtu (4/7), ribuan pelayat yang membawa spanduk merah, simbol yang terkait dengan seruan balas dendam, berkumpul di halaman Grand Mosalla di Teheran, ibu kota Iran.
Ratusan orang telah berkumpul di luar tempat tersebut, beberapa menangis, sementara yang lain duduk dengan sabar di trotoar.
Dinding kompleks Grand Mosalla dipenuhi dengan potret besar Khamenei, bendera hitam sebagai tanda berkabung, dan bendera merah yang melambangkan kemartiran dan pembalasan.***
