Tamiangmende.com: Satu bulan pascabanjir yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang, sedikitnya 37.007 rumah hunian warga mengalami kerusakan.
Hal itu berdasarkan data per tanggal 25 Desember 2025 yang di sampaikan Agusliayana Devita, S.STP, M.Si, Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang. Kamis (25/12/2025)..
” Data sementara per tanggal 25 Desember 2025, hunian warga yang mengalami kerusakan mencapai 37.007 rumah,” ungkapnya.
Menurut Devi kerusakan rumah hunian warga terbagi atas 4 kategori yaitu Rusak Ringan, Rusak Sedang, Rusak Berat dan Rusak Berat Hilang.
” Untuk Rusak Ringan 13.489 rumah, Rusak Sedang 9.676 rumah, Rusak Berat 10.359 rumah dan Rusak Berat Hilang 3.483 rumah. Total 37.007 rumah,” ujarnya.
Devi merincikan untuk Kecamatan Bendahara total 2.766 rumah dengan rincian Rusak Ringan sebanyak 1.339, Rusak Sedang sebanyak 1.153, Rusak Berat sebanyak 222, Rusak Berat Hilang 52 rumah.
Kecamatan Banda Mulia total 994 rumah dengan rincian Rusak Ringan sebanyak 744, Rusak Sedang sebanyak 213, Rusak Berat sebanyak 37. Kecamatan Kota Kualasimpang total 5.642 rumah dengan rincian Rusak Ringan sebanyak 360, Rusak Sedang sebanyak 2.299, Rusak Berat sebanyak 2.388 dan Rusak Berat Hilang sebanyak 5642.
Kemudian Kecamatan Kejuruan Muda total 3.334 rumah dengan rincian Rusak Ringan sebanyak 1.395, Rusak Sedang sebanyak 783, Rusak Berat sebanyak 1.141, Rusak Berat Hilang sebanyak 15 rumah.
Kecamatan Sekerak total 2.251 rumah dengan rincian Rusak Ringan sebanyak 270, Rusak Sedang sebanyak 254, Rusak Berat sebanyak 737, Rusak Berat Hilang sebanyak 1.270 rumah. Kecamatan Rantau total 5.151 rumah dengan rincian Rusak Ringan sebanyak 2.402, Rusak Sedang sebanyak 1.744, Rusak Berat sebanyak 915, Rusak Berat Hilang sebanyak 90 rumah.
Sementara untuk Kecamatan Tamiang Hulu total 1.884 rumah dengan rincian Rusak Ringan sebanyak 589, Rusak Sedang sebanyak 376, Rusak Berat sebanyak 628 dan Rusak Berat Hilang sebanyak 301 rumah. Kecamatan Bandar Pusaka Rusak total 3.014 rumah dengan rincian Rusak Ringan sebanyak 992, Rusak Sedang 423, Rusak Berat sebanyak 1.669 rumah.
Kecamatan Karang Baru total 7.405 rumah dengan rincian 2.845, Rusak Ringan sebanyak 2.845, Rusak Sedang sebanyak 1.339, Rusak Berat sebanyak 2.147 dan Rusak Berat Hilang sebanyak 1.047 rumah.
Kemudian Kecamatan Manyak Payed total 1.697 dengan rincian Rusak Ringan sebanyak 1.147, Rusak Sedang sebanyak 426, Rusak Berat sebanyak 117 dan Rusak Berat Hilang sebanyak 7 rumah.
Kecamatan Tenggulun Rusak Ringan total 1.919 rumah dengan rincian Rusak Ringan sebanyak 899, Rusak Sedang sebanyak 620, Rusak Berat sebanyak 311 dan Rusak Berat Hilang sebanyak 89 rumah. Kecamatan Seruway total 680 dengan rincian Rusak Ringan sebanyak 577, Rusak Sedang sebanyak 46, Rusak Berat sebanyak 57 rumah.
“Data ini sifat masih sementara. Sewaktu – waktu akan berubah jumlahnya. Karena saat ini Tim Pendataan terus melakukan update data yang masuk setiap kecamatan,” ujar Devi.
Untuk itu sambung Devi, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang menghimbau seluruh Kepala Keluarga (KK) yang memiliki hunian milik pribadi terdampak banjir untuk segera melaporkan kondisi bangunan mereka kepada Datok Penghulu setempat.
Pelaporan tersebut bertujuan untuk mendata tingkat kerusakan rumah secara akurat dengan klasifikasi rusak ringan, rusak sedang, rusak berat serta roboh atau hilang. Pendataan ini bersifat krusial sebagai dasar proses verifikasi dan penentuan sasaran penyaluran bantuan pembangunan hunian sementara dan hunian tetap.
“Partisipasi aktif masyarakat dalam memberikan data yang jujur dan dapat dipertanggungjawabkan sangat diharapkan, agar bantuan dapat tersalurkan secara tepat sasaran,” ungkap Devi.
Disamping itu Pemerintah menghimbau masyarakat tetap semangat untuk bangkit, terus bergotong royong untuk saling bantu.
“Bencana ini dirasakan bersama, mari saling bahu membahu untuk bangkit secara bersama dan galang persatuan dan kesatuan bersama secara bergotong royong,” ungkap Devi mengakhiri.(Red/TM)











