TAMIANGMENDE.COM: – Jajaran Bareskrim Polri kembali menorehkan prestasi besar dalam pemberantasan narkoba. Senin, 3 Agustus 2026, tim Dittipidnarkoba Bareskrim berhasil membongkar jaringan peredaran narkoba internasional rute Malaysia-Medan. Dalam pengungkapan ini, polisi menyita 9.162 butir pil ekstasi dan menangkap sejumlah tersangka.Pengungkapan ini menjadi salah satu operasi terbesar di awal Agustus 2026 dan menjadi peringatan keras bahwa jaringan narkoba internasional masih terus mengincar Indonesia sebagai pasar.
Kronologi Penangkapan
Kasus ini bermula dari pengembangan informasi intelijen terkait pergerakan kurir narkoba dari Malaysia menuju Sumatera Utara. Tim kemudian melakukan pemantauan di jalur pelabuhan dan bandara.
Puncaknya, polisi menangkap seorang kurir di wilayah Medan. Dari tangan tersangka, disita ribuan butir ekstasi yang dikemas rapi di dalam bungkusan makanan.
Setelah dilakukan pengembangan, polisi juga membekuk jaringan lain yang berperan sebagai pengedar di Jakarta dan sekitarnya.Yang mengejutkan, salah satu pelaku yang ditangkap sebelumnya adalah pilot Malaysia berinisial MSO. Ia sudah 3 kali menjadi kurir narkoba dan pernah menyelundupkan 70.114 butir ekstasi serta 25 kg narkoba jenis lain melalui Bandara Soekarno-Hatta.
Untuk sekali pengiriman, ia dijanjikan upah Rp220 juta.Dalam kasus terbaru ini, modus yang digunakan hampir sama. Narkoba disembunyikan di bagasi pesawat dan barang bawaan. Upah yang ditawarkan ke kurir baru berkisar Rp700.000, namun baru dibayar Rp300.000.
Jaringan Lintas Negara
Bareskrim menyebut jaringan ini terhubung langsung dengan sindikat di Malaysia. Barang haram masuk ke Indonesia melalui jalur laut dan udara, lalu diedarkan ke berbagai daerah, termasuk Jakarta, Medan, dan kota-kota besar lainnya.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberi ruang bagi bandar narkoba. “Kami akan kejar sampai ke akarnya. Siapapun yang terlibat, dari kurir sampai bandar, akan kami proses hukum,” tegasnya.
Polisi juga masih melakukan pengembangan untuk mengejar otak dari jaringan ini yang diduga berada di luar negeri.
Penulis: Tim Kriminal tamiangmende.com
Sumber: Bareskrim Polri
