Tamiangmende.com : Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang melalui Dinas Lingkungan Hidup menggelar peringatan World Cleanup Day (WCD) tahun 2026 yang dipusatkan di Karang Baru, Kamis (24/9/2026). Kegiatan ini digerakkan oleh para pemuda dan relawan dari berbagai elemen masyarakat dengan fokus utama pada pembersihan sampah serta aksi reboisasi pascabencana banjir.
Mengusung tema “Aksi Bebersih Pemuda-Pemudi, Merdeka dari Sampah dan Aksi Nyata Reboisasi Lingkungan Pascabanjir Aceh Tamiang”, kegiatan ini dirancang sebagai respons konkret atas bencana hidrometeorologi yang sempat melanda wilayah Bumi Muda Sedia beberapa waktu lalu.
Mewakili Bupati, Sekretaris Daerah Drs. Syuibun Anwar menyampaikan apresiasi tinggi kepada pemuda-pemudi daerah yang menjadi motor penggerak aksi ini. Menurutnya, pemuda adalah pemilik masa depan yang memegang peranan kunci dalam menentukan kualitas lingkungan hidup di Kabupaten Aceh Tamiang.
Membacakan sambutan Bupati, Syuibun menekankan dua fokus utama pada aksi kali ini yaitu Aksi Bersih Sampah meliputi pembersihan lingkungan, fasilitas publik, serta aliran saluran air guna mencegah penyumbatan yang berpotensi memicu banjir susulan. Selanjutnya Aksi Reboisasi Pascabanjir meliputi penanaman bibit pohon di titik-titik kritis sebagai upaya jangka panjang menahan laju air, mencegah erosi, dan menjaga daya dukung lingkungan.
”Pemerintah Daerah tidak bisa berjalan sendiri. Saya mengajak masyarakat untuk menjadikan budaya memilah sampah dari rumah dan menanam pohon sebagai gaya hidup sehari-hari,” lanjutnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kakanwil Kemenkumham Aceh Dr. Drs. Meurah Budiman, S.H., M.H., jajaran Forkopimda Aceh Tamiang, Plt. Sekretaris Daerah beserta para Kepala SKPK, Team Leader WCD Aceh Tamiang, serta ratusan relawan dari pelbagai organisasi kepemudaan.(Red/TM)






