TAMIANGMENDE.COM: Polisi menangkap pelaku tawuran yang menewaskan siswa MTs berusia 16 tahun (sebelumnya ditulis 15) di Kecamatan Dramaga, Bogor, Jawa Barat. Pelaku merupakan seorang pelajar berusia 16 tahun.
“Polsek Dramaga telah melakukan pengungkapan terhadap pelaku tindak pidana kekerasan terhadap anak di bawah umur yang menyebabkan meninggal dunia,” kata Kapolsek Dramaga AKP AM Zalukhu, Sabtu (30/5/2026).
Zalukhu mengatakan pelaku ditangkap pada Jumat (29/5). Dia menyebut sejumlah barang bukti turut diamankan dalam pengungkapan kasus tersebut.
“Barang bukti satu buah celurit berukuran 50 cm, baju, dan celana korban,” jelasnya.
Dia mengimbau kepada seluruh masyarakat agar meningkatkan pengawasan dan perhatian terhadap anak-anak. Terutama kepada orang tua, agar kejadian serupa tidak terulang.
“Peristiwa kekerasan antarpelajar yang terjadi hingga menyebabkan aksi pembacokan merupakan hal yang sangat memprihatinkan dan tidak boleh dianggap biasa. Peran keluarga sangat penting dalam membentuk karakter, akhlak, serta pengendalian emosi anak,” bebernya.
Sebelumnya, tawuran maut antarkelompok pelajar terjadi di Dramaga, Bogor, Jawa Barat. Seorang pelajar berusia 15 tahun meninggal dunia akibat sabetan senjata tajam di punggung.
“Tawuran antarpelajar mengakibatkan (satu orang) meninggal dunia. Adapun identitas korban atas nama SP, umur 15 tahun, pelajar MTs (madrasah tsanawiyah),” kata Kapolsek Dramaga AKP AM Zalukhu, Minggu (19/4).
Dalam rekaman video yang beredar, korban sudah ditemukan tergeletak di persawahan. Korban dibantu sejumlah warga.
Korban kemudian dievakuasi warga menggunakan sarung. Sejumlah orang menggotong korban melewati persawahan dan semak-semak.
Zalukhu menyebutkan tawuran terjadi di jalur Lingkar Dramaga pada Jumat (17/4) malam. Tim Polsek Dramaga sempat mendatangi lokasi dan membubarkan tawuran dua kelompok pelajar tersebut.
Saat dilakukan penyisiran, korban ditemukan sudah tergeletak di area persawahan tak jauh dari lokasi tawuran.***






