TAMIANGMENDE.COM: Libur panjang Idul Adha dimanfaatkan sejumlah warga untuk berwisata bersama keluarga. Salah satu destinasi yang ramai dikunjungi ialah kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur.
Pengunjung tak hanya menikmati suasana liburan, tetapi juga menyaksikan beragam atraksi budaya, termasuk pertunjukan lompat batu khas Nias, Sumatera Utara, yang mencuri perhatian.
Salah seorang pengunjung, Dedi Saputra (41), warga Bekasi, mengaku sengaja mengajak keluarga berlibur ke TMII untuk mengisi momentum libur Idul Adha. Ia memilih TMII karena dinilai cocok sebagai tempat rekreasi sekaligus edukasi bagi anak-anak.
“Karena momen libur Idul Adha ini lumayan panjang ya, jadi saya sama keluarga cari tempat yang bisa sekalian jalan-jalan tapi juga ada unsur edukasinya buat anak-anak. Tadinya pengin ke Bogor cuma ngeri macet kan,” kata Dedi saat ditemui di kawasan TMII, Kamis (28/5/2026).
Menurut Dedi, TMII menjadi pilihan karena menawarkan beragam kebudayaan dari berbagai daerah di Indonesia dalam satu lokasi. Anak-anaknya yang belum pernah berkunjung ke TMII juga disebut antusias melihat berbagai anjungan daerah.
“TMII kan lengkap ya, bisa lihat budaya dari berbagai daerah di Indonesia. Kebetulan anak-anak juga belum pernah ke sini, jadi sekalian mengenalkan budaya Nusantara. Daripada cuma ke mal, saya pikir lebih bagus ke tempat yang ada nilai pengetahuannya,” ujarnya.
Saat berkeliling kawasan TMII, Dedi dan keluarga sempat berhenti untuk menyaksikan atraksi lompat batu khas Nias. Awalnya, ia mengaku hanya penasaran setelah melihat kerumunan pengunjung di lokasi pertunjukan.
“Tadi kami nonton atraksi lompat batu dari Nias. Kebetulan pas lewat terus lihat ramai, akhirnya berhenti dan ikut nonton. Kan penasaran juga karena belum pernah lihat atraksi seperti itu secara langsung,” tuturnya.
Dedi mengaku kagum melihat langsung pertunjukan tersebut. Menurutnya, atraksi lompat batu tampak jauh lebih menegangkan dibanding hanya menyaksikannya lewat televisi atau media sosial.
“Seru banget sih, jujur kagum juga. Kalau lihat di TV atau media sosial mungkin biasa, tapi pas lihat langsung ternyata tinggi batunya lumayan dan butuh keberanian besar,” katanya.
Bahkan, kata Dedi, anak-anaknya ikut penasaran setelah melihat pertunjukan itu. Mereka terus bertanya bagaimana para pelompat bisa melewati batu tinggi tanpa terjatuh.
“Anak-anak juga sampai nanya itu gimana loncatnya, kok nggak jatuh,” kata dia.
Dedi mengatakan pengalaman menyaksikan pertunjukan budaya seperti itu menjadi nilai tambah saat berlibur di TMII. Menurutnya, anak-anak dapat belajar mengenal budaya Indonesia secara langsung.
“Senang banget. Mereka tadi malah minta direkam videonya buat dikirim ke kakek nenek di rumah. Setelah nonton, mereka jadi banyak tanya soal Pulau Nias dan tradisi di sana. Saya rasa ini bagus ya, jadi liburan nggak cuma senang-senang tapi anak juga belajar sesuatu,” jelasnya.
Ia berharap pertunjukan budaya seperti atraksi lompat batu Nias terus ditampilkan di TMII agar generasi muda semakin mengenal budaya daerah di Indonesia.
“Bagus ya, karena nggak semua orang bisa datang langsung ke daerah asal budayanya. Kita kan jadi bisa tahu budaya Indonesia lebih dekat. Apalagi generasi sekarang kan lebih banyak lihat budaya luar, jadi budaya sendiri juga harus sering diperlihatkan supaya tetap dikenal,” imbuhnya.
(bel/dwr)





