Pilu, Nyaris 700 Orang Tewas Akibat Serangan Drone di Sudan

Berita, Dunia, Politik32 Dilihat

TAMIANGMENDW.COM: Laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut hampir 700 warga sipil tewas dalam rentetan serangan drone di wilayah Sudan sejak Januari lalu. PBB mengecam perang sipil yang berkecamuk selama tiga tahun di Sudan telah menciptakan “krisis kemanusiaan terbesar di dunia”.

Sekarang memasuki tahun keempat, perang yang berkecamuk antara militer Sudan dan paramiliter Pasukan Pendukung Cepat (RSF) telah menewaskan puluhan ribu orang, memaksa lebih dari 11 juta orang mengungsi, dan menjerumuskan beberapa daerah ke dalam kelaparan serta kekurangan pangan.

“Dalam tiga bulan pertama tahun ini, hampir 700 warga sipil dilaporkan tewas dalam serangan-serangan drone,” kata kepala bantuan PBB, Tom Fletcher, dalam pernyataan terbaru, seperti dilansir AFP, Selasa (14/4/2026).

Pernyataan Fletcher itu dirilis sehari sebelum peringatan tiga tahun perang sipil di Sudan.

Dalam beberapa bulan terakhir, serangan drone yang terjadi hampir setiap hari telah mengganggu kehidupan di seluruh Sudan, khususnya di wilayah Kordofan bagian selatan, yang kini menjadi medan pertempuran utama perang, dan di daerah-daerah yang dikuasai RSF di bagian barat, termasuk Darfur.

“Jutaan orang telah diusir dari rumah-rumah mereka di seluruh Sudan dan di luar perbatasannya, dengan seluruh komunitas dikosongkan dan keluarga-keluarga dipindahkan berulang kali. Risiko ketidakstabilan regional yang lebih luas sangat tinggi,” sebut Fletcher dalam pernyataannya.

Dikatakan oleh Fletcher bahwa tiga tahun perang telah menghancurkan negara yang menyimpan harapan besar, dengan hampir 34 juta orang — nyaris dua orang dari setiap tiga orang — membutuhkan dukungan kemanusiaan.

Dia mengatakan kelaparan meningkat seiring mendekatnya musim paceklik, sementara ratusan ribu anak mengalami kekurangan gizi akut dan jutaan anak kehilangan kesempatan pendidikan. Wanita dan anak perempuan, sebut Fletcher, menghadapi kekerasan seksual yang sistemik dan brutal.

Fletcher mengatakan bahwa tahun lalu, para pekerja kemanusiaan menjangkau 17 juta orang dengan dukungan kemanusiaan, dan tahun ini akan berupaya membantu 20 juta orang di Sudan.

Namun, Fletcher juga mengatakan bahwa: “Respons tersebut sangat kekurangan dana.”

“Kita membutuhkan tindakan sekarang — untuk menghentikan kekerasan, melindungi warga sipil, memastikan akses ke komunitas yang paling terancam, dan mendanai respons tersebut. Peringatan yang suram dan menyedihkan ini menandai satu tahun lainnya ketika dunia gagal menghadapi ujian Sudan,” sebutnya.

Koordinator tetap PBB di Sudan, Denise Brown, mengatakan pada Senin (13/4) bahwa permohonan PBB untuk menggalang dana sebesar US$ 2,9 miliar untuk Sudan tahun ini baru terpenuhi 16 persen, karena kontribusi bantuan internasional dari negara-negara anggota menurun.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *