TAMIANGMENDE.COM: PP PBSI menunjuk Ricky Soebagdja sebagai Kepala Pelatnas Wilayah (Pelatwil) PBSI tahun 2026. Tugasnya sebagai jembatan antara pembinaan di daerah dengan Pelatnas.
Pelatwil merupakan salah satu langkah strategis menuju desentralisasi pembinaan atlet bulutangkis di Tanah Air. Program ini telah berjalan sejak November 2025 di dua wilayah pembinaan yaitu Medan, Sumatera Utara untuk wilayah barat dan Surabaya, Jawa Timur untuk wilayah tengah.
Dari seleksi yang telah digulirkan, saat ini terjaring 16 atlet Pelatwil Barat dan 32 atlet Pelatwil Tengah. Agar program tersebut berjalan selaran dengan Pelatnas, PBSI menunjuk Ricky untuk mengawasinya.
“Bapak Ketua Umum menunjuk saya sebagai ketua Pelatwil yang bertugas untuk memastikan secara keseluruhan ini bisa berjalan setelah dibentuk pada tahun lalu,” kata Ricky, dalam keterangan tertulisnya Kamis (2/4).
“Jadi betul-betul dari mulai program latihan dan lain sebagainya itu meneruskan nanti ke pemusatan latihan nasional. Keterlibatan PBSI pusat sendiri dengan dua pelatwil ini, yang pertama tentu memonitoring perjalanannya, prosesnya, jadi bukan hanya diadakan terus ditinggal begitu ya, tapi kami yang memang menyiapkan semua.”
“Dari yang pertama biayanya lalu dalam perekrutan pelatih utama, kita yang merekomendasikan dan koordinasi dengan penanggung jawab langsung di sana. Nah ini semua di-monitoring, nanti prosesnya bagaimana, program latihannya seperti apa, pertandingannya bagaimana, semua akan direport,” ungkap Ricky Soebagdja.
Ricky juga memastikan program latihan di Pelatwil akan selaras dengan program latihan di Pelatnas, hanya bobotnya saja yang berbeda mengingat para atlet yang bergabung relatif adalah atlet-atlet muda.
“Saat ini saya sedang menunggu laporan untuk program-program latihan di sana. Yang pasti mereka semuanya harus di bawah pusat. Kita akan betul-betul turun memantau. Karena kan memang atlet ini usia juga kan relatif lebih muda jadi kalau program latihan bentuknya seperti apa kan lebih kurang pastinya juga sama dengan pelatnas, mungkin bobotnya itu yang sedikit berbeda,” kata Ricky.
“Rencananya di tanggal 10-11 April, saya akan hadir di pelatwil tengah untuk bersosialisasi dan berkoordinasi lebih lanjut. Juga memastikan kesiapan para atlet pelatwil yang akan turun di ajang Sirkuit Nasional A Jawa Timur (13-18 April),” ujarnya.
Sebagai mantan atlet dan legenda bulutangkis Indonesia, Ricky berharap ada progres baik dan hasil yang bagus ke depan.
“Dulu di zaman saya ada yang namanya pelatda atau pusdiklat lalu vakum dan sekarang di kepengurusan pak Fadil kembali diaktifkan. Saya rasa itu sangat baik dan harus terus dilanjutkan. Bagaimana yang terbaik di wilayah itu dijaga dan dipantau perkembangannya,” ujar peraih medali emas Olimpiade Atlanta 1996 ini.
“Saya juga berharap ke depan atlet-atlet ini ada progres yang baik, yang terpenting ada peningkatan dari disiplinnya, fisiknya, pencapaian prestasinya sehingga dua tahun ke depan seiring usia bertambah, kematangan bertambah bisa kelihatan potensi yang sesungguhnya. Lalu bisa masuk ke Pelatnas atau menguasai nasional dulu sebagai level awal.”
Tidak mudah karena ini proses yang cukup panjang tapi sebisa mungkin nama-nama ini jangan hilang, artinya hilang ini tidak prestasi terus kita pindah yang baru-baru lagi, proses lagi kan. Kita berharap dari yang ini ada, mungkin insya Allah mudah-mudahan, bibit-bibit potensi yang baik ini terus sampai ke depan,” kata Ricky, yang juga Sekjen PP PBSI ini.***






