Inggris Pimpin Rapat Virtual 40 Negara, Susun Strategi Atasi Krisis Selat Hormuz

TAMIANGMENDE.COM:  Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper menegaskan “kebutuhan mendesak” untuk membuka kembali Selat Hormuz di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah. Atas dasar itu, ia menggelar rapat darurat secara virtual bersama sekitar 40 negara untuk membahas langkah bersama menjaga jalur minyak dunia tersebut.

Cooper mengatakan blokade Iran terhadap Selat Hormuz telah menghantam keamanan ekonomi global. Selat tersebut ditutup sejak perang AS-Israel melawan Iran yang dimulai pada 28 Februari. Hal itu berdampak pada pasokan global komoditas penting termasuk minyak, gas alam cair, dan pupuk hingga menyebabkan kenaikan tajam harga energi.

“Kebutuhan mendesak untuk memulihkan kebebasan navigasi bagi pelayaran internasional, dan kekuatan tekad internasional kita untuk melihat Selat tersebut dibuka kembali,” kata Cooper membuka rapat dilansir AFP, Kamis (2/4/2026).

Sebanyak 37 negara telah menandatangani pernyataan bersama yang menyatakan kesiapan berkontribusi menjaga keamanan jalur pelayaran tersebut. Negara-negara seperti Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, dan Belanda termasuk di dalamnya.

Namun, sejumlah negara besar seperti Amerika Serikat, China, dan sebagian besar negara Timur Tengah belum bergabung dalam pernyataan tersebut.

Cooper menuding Iran telah membajak jalur pelayaran internasional dan menyandera ekonomi global. Ia menyebut forum ini akan fokus pada mobilisasi tekanan diplomatik dan ekonomi guna memastikan pembukaan Selat Hormuz secara aman dan berkelanjutan.

“Kita telah melihat Iran membajak jalur pelayaran internasional untuk menyandera ekonomi global,” tambah Cooper.

Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Prancis mengatakan pengamanan Selat Hormuz “hanya dapat dilakukan setelah fase intensif pemboman berakhir”.

Presiden Prancis Emmanuel Macron, dalam kunjungannya ke Korea Selatan, mengatakan bahwa operasi militer untuk membebaskan Selat Hormuz adalah “tidak realistis”, sambil menyesalkan pernyataan Trump yang berbeda-beda setiap hari tentang perang Iran dan NATO.

“Ada pihak yang menganjurkan pembebasan Selat Hormuz dengan paksa melalui operasi militer, posisi yang terkadang diungkapkan oleh Amerika Serikat,” kata Macron.

“Saya katakan terkadang karena hal itu bervariasi, itu bukanlah pilihan yang pernah kami pilih dan kami menganggapnya tidak realistis,” katanya.

(eva/wnv)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *