Perang AS-ISRAEL VS IRAN Direncanakan STOP Selama 3 Minggu

Berita, Dunia, Politik505 Dilihat

TAMIANGMENDE.COM: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan Amerika dan Iran telah mengadakan pembicaraan “sangat baik” untuk mengakhiri perang Timur Tengah selama tiga minggu. Hal ini diungkapkannya dalam unggahan media sosial Senin waktu AS.

Trump Tunda Serangan Militer

Trump mengatakan Washington dan Teheran telah mengadakan “percakapan produktif” selama dua hari terakhir menuju “resolusi lengkap dan total” permusuhan di Timur Tengah.

Trump menegaskan bahwa ia telah memberi tahu Pentagon, untuk “menunda semua serangan militer terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran selama lima hari, dengan syarat keberhasilan pertemuan yang sedang berlangsung”.

“Pihak AS dan Iran akan terus berbicara sepanjang minggu,” tulis AFP dalam lansiran laman CNBC Indonesia, Selasa (24/3/2026).

Pernyataan Trump ini mengejutkan. Sebelumnya Trump mengancam menyerang pembangkit listrik Iran jika tidak membuka kembali jalur pelayaran Selat Hormuz, Selasa malam.

Meski demikian, di Iran, media mengutip pernyataan kementerian luar negeri yang membantah adanya pembicaraan semacam itu. Iran malah menyarankan bahwa Trump berupaya menurunkan harga energi yang melonjak akibat perang.

Kerugian Dunia Terhadap Dampak Perang

Sementara itu, serangan AS-Israel masih terus dibalas oleh Iran dengan membatasi lalu lintas melalui Hormuz, jalur utama seperlima minyak mentah global, dan menyerang lokasi energi dan kedutaan besar AS di seluruh Teluk serta target di Israel.

Kepala Badan Energi Internasional Fatih Birol memperingatkan semalam bahwa, jika perang berkepanjangan, kehilangan minyak harian akan membawa dunia pada krisis yang lebih buruk daripada dampak gabungan dari guncangan minyak tahun 1970-an dan invasi Rusia ke Ukraina.

Harga minyak telah melonjak di atas US$100 per barel akibat konflik tersebut. Namun setelah pengumuman Trump Senin, harga minyak turun tajam.

Harga minyak mentah Brent Laut Utara, patokan internasional, anjlok lebih dari 14% menjadi US$96,00 per barel. Sedangkan kontrak minyak utama AS, West Texas Intermediate, turun lebih dari 14% menjadi US$84,37 per barel.

 

 

 

(Cnbc/May)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *